
SERAYUNEWS – Umat Islam akan segera menyambut datangnya bulan Syaban sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan berada di antara dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadhan.
Pada tahun 2026, awal bulan Syaban diperkirakan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, berdasarkan perhitungan kalender Hijriah.
Bulan ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena menjadi masa persiapan spiritual menuju Ramadhan serta waktu diangkatnya amal-amal manusia.
Berikut lima keutamaan bulan Syaban yang perlu diketahui umat Muslim.
Salah satu keutamaan utama bulan Syaban adalah diangkatnya seluruh amal manusia kepada Allah SWT. Dikutip dari bankmuamalat.co.id, Rasulullah SAW bersabda:
“Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadan. Di bulan ini, amal-amal diangkat kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i & Abu Dawud)
Hadis ini menjadi dasar anjuran untuk memperbanyak amal saleh di bulan Syaban, seperti berpuasa sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak shalawat.
Nabi Muhammad SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban, lebih banyak dibanding bulan-bulan lain selain Ramadhan. Puasa di bulan ini menjadi latihan spiritual sebelum memasuki kewajiban puasa Ramadhan.
Selain puasa, bersedekah juga sangat dianjurkan. Amal kebajikan yang dilakukan di bulan Syaban diyakini memiliki nilai pahala besar sebagai bentuk persiapan jiwa dan harta dalam menyambut bulan penuh berkah.
Di bulan Syaban pula turun perintah Allah SWT untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Ayat ini menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat, khususnya di bulan Syaban sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW.
Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW paling sering berpuasa sunnah di bulan Syaban. Dalam hadis disebutkan:
“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Jenis puasa sunnah yang dianjurkan antara lain puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah), serta puasa Daud.
Keutamaan lain terdapat pada malam Nisfu Syaban, yaitu malam pertengahan bulan Syaban. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda:
“Allah SWT melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya).” (HR. At-Thabrani)
Pada malam ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, doa, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan sesama agar termasuk golongan yang mendapatkan ampunan Allah SWT.