
SERAYUNEWS – Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu waktu istimewa dalam kalender Islam yang dinanti oleh umat Muslim.
Malam pertengahan bulan Syaban ini diyakini sebagai momentum penuh rahmat dan ampunan, sehingga banyak umat Islam memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Salah satu amalan yang dianjurkan pada malam tersebut adalah sholat sunnah Nisfu Syaban, yang dapat dikerjakan secara sendiri maupun berjamaah.
Sholat Nisfu Syaban bukan sekadar ritual rutin, melainkan bentuk ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk melakukan refleksi diri, memperbanyak doa, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Malam Nisfu Syaban sering disebut sebagai lailatul maghfirah atau malam pengampunan. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, baik berupa sholat, membaca Al-Qur’an, maupun berdoa.
Kesempatan ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk membersihkan hati dan menata kembali niat sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
Kesadaran akan keutamaan malam Nisfu Syaban mendorong umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan waktu tersebut.
Dengan memperbanyak amal kebaikan, diharapkan seorang Muslim dapat meraih rahmat dan ridha Allah SWT serta mendapatkan ketenangan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sholat Nisfu Syaban termasuk sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, tepatnya setelah sholat Magrib dan dapat dilanjutkan setelah sholat Isya.
Ibadah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat dan diakhiri dengan satu salam, sebagaimana sholat sunnah lainnya seperti sholat tahajud atau dhuha.
Pelaksanaannya fleksibel, dapat dilakukan secara sendiri di rumah maupun secara berjamaah di masjid atau musala. Perbedaan hanya terletak pada bacaan niat yang disesuaikan dengan posisi sebagai imam, makmum, atau sholat sendirian.
Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk sholat Nisfu Syaban. Bagi yang mengerjakan sholat secara sendiri, niat diucapkan dalam hati dengan lafaz:
Usholli sunnatan nisfu sya’bana rak’ataini lillahi ta’ala,
yang berarti berniat melaksanakan sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah SWT.
Sementara itu, bagi yang melaksanakan sholat berjamaah, niat disesuaikan dengan peran masing-masing. Imam dan makmum memiliki redaksi niat yang berbeda, namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu mengharap ridha Allah SWT.
Secara teknis, tata cara sholat Nisfu Syaban tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya.
Setelah mengucapkan niat dan takbiratul ihram, jamaah dianjurkan membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan surat Al-Fatihah dan surat pendek.
Pada rakaat pertama, sebagian ulama menganjurkan membaca surat Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas.
Gerakan sholat dilaksanakan secara berurutan, mulai dari rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga tahiyat akhir dan salam.
Kekhusyukan dalam menjalankan setiap gerakan dan bacaan menjadi kunci utama agar ibadah ini bernilai maksimal di sisi Allah SWT.
Setelah menunaikan sholat sunnah Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali. Setiap bacaan memiliki niat yang berbeda.
Bacaan pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang dipenuhi ketaatan kepada Allah SWT.
Bacaan kedua ditujukan untuk memohon rezeki yang halal dan penuh keberkahan. Sementara bacaan ketiga difokuskan untuk memohon keteguhan iman hingga akhir hayat.
Rangkaian ibadah pada malam Nisfu Syaban ditutup dengan doa khusus. Salah satu doa yang dianjurkan berisi permohonan ampunan, keselamatan, serta perlindungan Allah SWT di dunia dan akhirat.
Demikianlah informasi tentang bacaan niat dan tata cara sholat Nifsu Syaban.***