SERAYUNEWS – Komandan Batalyon A Brimob Polda Metro Jaya mendadak jadi perhatian. Lantas, siapa yang menduduki jabatan tersebut?
Pasalnya, ia berdiri di hadapan ratusan driver ojek online (ojol) dan warga yang menggeruduk Mako Brimob Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8).
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait tewasnya Affan Kurniawan (21), driver ojol yang dilindas mobil rantis Brimob saat demonstrasi buruh sehari sebelumnya.
“Kapolri telah menemui orang tua korban, dan sudah ada tujuh anggota Brimob yang diamankan. Kami minta maaf, itu merupakan ketidaksengajaan,” ucapnya.
Pernyataan ini terekam dalam berbagai video dan diberitakan sejumlah media. Tak heran, publik lalu penasaran: siapa sebenarnya sosok Kompol Anton Asrar?
Insiden yang menewaskan Affan Kurniawan bermula dari aksi unjuk rasa buruh di Jakarta pada Kamis malam (28/8).
Ketika massa mulai ricuh, mobil taktis Brimob melaju kencang di kawasan Pejompongan.
Video amatir memperlihatkan massa berhamburan menghindari laju kendaraan.
Namun, seorang driver ojol yang jatuh di tengah jalan tak sempat menyelamatkan diri.
Rantis tersebut melindas tubuh Affan, bahkan setelah sempat berhenti sejenak, mobil itu kembali melaju dan menabraknya lagi.
Massa yang menyaksikan sontak marah. Mereka berteriak, mengejar, bahkan memukuli kendaraan taktis tersebut.
Affan sendiri sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tak tertolong dalam perjalanan.
Polri langsung bergerak cepat dengan mengamankan tujuh anggota Brimob yang berada di dalam mobil taktis tersebut. Mereka adalah:
Ketujuhnya kini diperiksa intensif di Mako Brimob Polda Metro Jaya. Polisi belum merinci siapa pengemudi mobil pada saat kejadian.
Proses penyelidikan masih berjalan, sementara publik menuntut agar kasus ini ditangani secara transparan.
Berdasarkan penelusuran, Anton memiliki nama lengkap Kompol Anton Asrar, S.H., S.I.K..
Dua gelar akademik yang disandangnya menunjukkan latar belakang pendidikannya.
Sejak Januari 2024, Anton dipercaya menjabat Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, menggantikan AKBP Budi Hidayat, S.I.K.
Serah terima jabatan berlangsung di lapangan apel Mako Brimob Polda Metro Jaya, Jalan Prajurit KKO Usman Harun, Senen, Jakarta Pusat.
Jabatan Danyon A Pelopor bukan posisi sembarangan. Pasalnya, satuan ini kerap diterjunkan di lapangan untuk pengendalian massa maupun tugas-tugas penting lain yang membutuhkan kehadiran pasukan Brimob.
Dalam situasi seperti ini, publik biasanya ingin tahu siapa pemimpin yang bertanggung jawab di lapangan.
Sebagai Danyon A Pelopor, Kompol Anton Asrar memang bukan pelaku langsung.
Namun, posisinya membuat ia tampil ke depan untuk menenangkan massa sekaligus menyampaikan permintaan maaf resmi dari institusi Brimob.
Tindakan Anton itu menunjukkan bahwa kepemimpinan di tubuh kepolisian menuntut keberanian hadir di hadapan publik saat krisis terjadi. Bukan sekadar soal prosedur, tetapi juga soal empati dan akuntabilitas.***