
SERAYUNEWS – Nama Azkiave belakangan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, terutama Instagram dan TikTok. Lantas, siapa suami Azkiave?
Pasalnya, kreator muda yang dikenal lewat akun @azkiave ini mendadak menjadi sorotan karena pernyataan kontroversial sang suami yang menyebut kuliah sebagai scam.
Perbincangan soal siapa suami Azkiave pun ikut mencuat, seiring dengan viralnya konten-konten yang membahas pernikahan muda, pendidikan, hingga kritik terhadap generasi muda.
Suami Azkiave diketahui bernama Yuka Bimatara Putra.
Ia juga dikenal dengan nama Yuka Bimatara Putrq, pendiri Komunitas Jeda Sekolah, sebuah komunitas yang membawa gagasan alternatif soal pendidikan dan pengembangan diri di luar jalur formal.
Nama Yuka semakin dikenal publik setelah sejumlah videonya di TikTok beredar luas dan menuai kontroversi.
Salah satu pernyataannya yang paling banyak dikritik adalah pandangannya tentang pendidikan tinggi, khususnya kuliah.
Azkiave, yang memiliki nama lengkap Azkia Vidiana Putri, merupakan kreator konten sekaligus pebisnis muda berusia 19 tahun.
Ia mulai menjadi perhatian publik setelah secara terbuka membagikan kisah menikah muda di usia 19 tahundengan Yuka yang saat itu berusia 29 tahun.
Perbedaan usia sekitar 10 tahun di antara keduanya langsung memicu perdebatan di ruang publik.
Ada warganet yang memberikan dukungan, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan kesiapan mental dan sosial dari keputusan tersebut.
Dalam sejumlah unggahan, Azkiave kerap menyampaikan pandangan hidupnya tentang kedewasaan, tanggung jawab, serta kritik terhadap pola pikir generasi muda, khususnya Generasi Z.
Awalnya, konten Azkiave berfokus pada pengalaman pribadinya menjalani pernikahan muda.
Namun, perhatian publik mulai bergeser ketika warganet menyoroti isi pesan yang disampaikan, termasuk gaya komunikasi yang dinilai sebagian orang terkesan menggurui.
Dalam salah satu unggahan yang viral, Azkiave menyampaikan kritik terhadap Gen Z yang menurutnya terlalu larut dalam budaya bersenang-senang dan enggan memikul tanggung jawab besar.
Pandangan tersebut memicu diskusi panjang, karena dinilai menyederhanakan kondisi anak muda yang memiliki latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan yang berbeda-beda.
Puncak kontroversi terjadi ketika Yuka Bimatara Putra menyampaikan pandangannya soal kuliah melalui sebuah video di TikTok.
Dalam video tersebut, ia menyebut bahwa kuliah bisa dianggap sebagai penipuan, terutama jika tidak memiliki spesialisasi yang jelas.
“Kuliah itu ya kalau bisa dibilang scam, scam untuk yang kalau bukan yang spesialiasi gitu,” ucap Yuka suami Azkia dikutip dari TikTok @aymanalts.
Pernyataan ini langsung menuai kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk kreator konten besar dan tokoh publik.
Nama-nama seperti Bobby Si Paling UMKM, Sadam Permana, Alvin, hingga dokter Ayman Alatas turut menyampaikan tanggapan kritis terhadap pandangan tersebut.
Kontroversi tidak berhenti di video. Dalam caption unggahan lainnya, Yuka memperluas argumennya dengan menyebut bahwa kuliah di era modern kerap menjadi sekadar formalitas.
“Di zaman sekarang, kuliah kadang terasa seperti hanya formalitas… Jangan sampai waktu dan uang kita terbuang sia-sia hanya karena mengikuti sistem yang tidak lagi relevan.”
Ia menyinggung perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang dinilai mampu menggantikan banyak pekerjaan manusia.
Menurutnya, belajar keterampilan praktis seperti coding, desain grafis, dan digital marketing bisa menjadi alternatif yang lebih relevan dibanding jalur pendidikan konvensional.
Meski ada sebagian warganet yang setuju bahwa sistem pendidikan perlu beradaptasi dengan zaman, banyak pula yang menilai pernyataan Yuka terlalu general dan berpotensi menyesatkan jika ditelan mentah-mentah.
Kekhawatiran muncul terutama jika pandangan tersebut ditiru oleh anak muda tanpa mempertimbangkan kesiapan finansial, mental, dan keterampilan yang memadai.
Apalagi, tidak semua orang memiliki akses atau peluang yang sama di luar jalur pendidikan formal.
Azkiave sendiri turut menyinggung konsep extended adolescence, yakni masa remaja yang dianggap semakin panjang akibat standar sosial modern.
Menurutnya, narasi “masih muda” sering dijadikan alasan untuk menunda tanggung jawab besar dalam hidup.
Ia juga mengaitkan pandangannya dengan perspektif agama, menyebut bahwa dalam Islam, kedewasaan ditentukan oleh akil baligh dan status sebagai mukalaf.
Pernyataan ini kembali menuai kritik karena dianggap menggeneralisasi kondisi generasi muda yang sangat beragam.
Seiring viralnya pernyataan tersebut, akun Instagram @azkiave terus menjadi sorotan. Setiap unggahan baru kerap dibanjiri komentar, baik berupa dukungan maupun kritik.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat dengan cepat mengangkat figur publik baru sekaligus memperbesar dampak dari setiap opini yang disampaikan.
Kontroversi Azkiave dan suaminya pada akhirnya membuka diskusi yang lebih luas tentang pendidikan, pernikahan muda, dan makna kedewasaan di era digital.***