
SERAYUNEWS – Tahapan awal Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau SPAN-PTKIN 2026 resmi dimulai. Lantas, siapa yang mengisi PDSS?
Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN (PMB PTKIN) telah membuka proses pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sejak 5 Januari 2026.
Tahap ini menjadi gerbang penting bagi siswa kelas XII yang ingin melanjutkan pendidikan ke UIN, IAIN, maupun STAIN melalui jalur prestasi tanpa tes tulis.
Pengisian PDSS bukan sekadar proses administratif biasa. Data yang dimasukkan akan menjadi dasar utama penilaian seleksi SPAN-PTKIN 2026.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai siapa yang bertanggung jawab mengisi PDSS, jadwal penting, serta ketentuan yang berlaku menjadi hal krusial bagi sekolah dan siswa.
PDSS adalah basis data resmi yang memuat identitas sekolah, data siswa, serta nilai rapor dan prestasi akademik peserta.
Dalam jalur SPAN-PTKIN, tidak ada ujian tulis. Artinya, rekam jejak akademik siswa yang diinput ke PDSS menjadi penentu utama kelulusan.
Seluruh proses pengisian PDSS dilakukan secara daring melalui laman resmi https://span.ptkin.ac.id.
Sistem ini dirancang agar transparan dan terintegrasi, sehingga memudahkan panitia melakukan seleksi secara nasional.
SPAN-PTKIN sendiri merupakan jalur seleksi nasional berbasis prestasi akademik yang diikuti oleh seluruh PTKIN di Indonesia.
Adapun meliputi Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, siapa sebenarnya yang bertanggung jawab mengisi PDSS?
Jawabannya, pengisian PDSS sepenuhnya dilakukan oleh satuan pendidikan, bukan oleh siswa secara mandiri.
Pengisian PDSS dilakukan oleh MA/MAK, SMA, SMK, PDF, PKPPS, Satuan Pendidikan Muadalah Mu’allimin, Satuan Pendidikan Muadalah Salafiyah, serta satuan pendidikan sederajat yang telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
Sekolah wajib mendaftarkan institusinya terlebih dahulu, kemudian menginput nilai rapor siswa yang akan diikutsertakan dalam jalur SPAN-PTKIN 2026.
Meski demikian, siswa kelas XII tetap diimbau aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah agar memastikan namanya terdaftar dan data yang diinput sudah benar.
Ketua PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, menekankan pentingnya ketelitian dan kedisiplinan waktu dalam pengisian PDSS oleh sekolah.
“Kami mengimbau kepada seluruh Kepala Madrasah, Kepala Sekolah, serta operator agar tidak menunda pengisian PDSS hingga mendekati batas akhir. Validitas data prestasi akademik siswa merupakan faktor utama dalam proses seleksi SPAN-PTKIN.”
Ia juga menegaskan bahwa kejujuran dan kelengkapan data menjadi kunci agar siswa tidak dirugikan.
“Oleh karena itu, nilai rapor dan data prestasi pendukung harus diinput secara jujur, lengkap, dan akurat agar tidak merugikan hak siswa di kemudian hari,” ujarnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kesalahan input sekecil apa pun dapat berdampak besar pada peluang siswa lolos seleksi.
Dari sisi kebijakan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI memastikan bahwa sistem PDSS tahun ini telah mengalami penyempurnaan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, menyampaikan:
“SPAN-PTKIN 2026 merupakan wujud komitmen Kementerian Agama dalam menyediakan akses pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan. Sistem PDSS tahun ini telah dioptimalkan untuk meminimalkan kendala teknis. Pendidikan Islam harus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul, dan hal tersebut dimulai dari proses seleksi yang transparan serta akuntabel,” jelasnya.
Penyempurnaan sistem ini diharapkan dapat mengurangi kendala teknis yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Berikut jadwal resmi yang wajib diperhatikan sekolah dan siswa:
Sekolah disarankan tidak menunggu hingga mendekati batas akhir agar memiliki waktu cukup untuk verifikasi dan perbaikan data bila diperlukan.
Dalam proses pendaftaran dan pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026, terdapat sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi, antara lain:
Untuk panduan lengkap, sekolah dapat mengakses petunjuk teknis melalui https://pdss.ptkin.ac.id atau mengunduh dokumen resmi di https://s.id/juknispdss2026.
Meski pengisian PDSS dilakukan oleh sekolah, siswa tetap memiliki peran penting.
Anda disarankan aktif bertanya, memastikan nilai yang diinput sesuai rapor, serta memastikan telah masuk dalam daftar siswa yang didaftarkan.
Dengan koordinasi yang baik antara sekolah dan siswa, peluang lolos seleksi SPAN-PTKIN 2026 akan semakin terbuka lebar.***