
SERAYUNEWS- Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed Purwokerto resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Tahun ini, tingkat persaingan masuk Unsoed tercatat semakin ketat seiring melonjaknya jumlah peminat dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan data resmi yang dirilis kampus, total peserta yang mendaftar melalui jalur SNBT mencapai 46.337 orang. Sementara daya tampung yang tersedia hanya sebanyak 4.030 kursi.
Artinya, hanya sebagian kecil peserta yang berhasil lolos dan diterima sebagai calon mahasiswa baru Unsoed tahun akademik 2026.
Tingginya jumlah pendaftar tersebut menunjukkan bahwa Unsoed masih menjadi salah satu perguruan tinggi negeri favorit yang diminati calon mahasiswa di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Selain mencatat tingginya persaingan masuk kampus, Unsoed juga mengungkap data penerima bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Tercatat sebanyak 1.262 peserta yang lolos SNBT 2026 merupakan penerima KIP Kuliah. Jumlah tersebut setara dengan 31,32 persen dari total mahasiswa baru yang diterima lewat jalur SNBT.
Capaian itu menunjukkan komitmen Unsoed dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
Program KIP Kuliah sendiri menjadi salah satu skema bantuan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Dalam rekapitulasi hasil SNBT 2026, Program Studi Kedokteran Gigi menjadi jurusan dengan tingkat keketatan tertinggi pada jenjang Sarjana (S1).
Dari total 1.135 peminat, hanya 28 peserta yang berhasil diterima. Tingkat keketatan prodi tersebut mencapai 2,4 persen.
Persaingan ketat juga terjadi pada Program Studi Pendidikan Dokter. Dari 2.032 peserta yang mendaftar, hanya 70 orang yang lolos seleksi dengan tingkat keketatan sebesar 3,4 persen.
Selain dua jurusan favorit di bidang kesehatan tersebut, beberapa program studi lain juga mencatat tingkat persaingan yang tinggi, antara lain:
– Manajemen: 4,5 persen
– Akuntansi: 5,2 persen
– Teknik Mesin: 5,4 persen
Data ini menunjukkan bahwa jurusan-jurusan populer di bidang kesehatan, ekonomi, dan teknik masih menjadi primadona di kalangan peserta SNBT 2026.
Tak hanya pada jenjang S1, persaingan ketat juga terjadi pada program Diploma Tiga (D3) di Unsoed.
Program Studi Administrasi Bisnis tercatat menjadi prodi D3 paling kompetitif tahun ini dengan tingkat keketatan sebesar 2,3 persen.
Dari total 2.076 peminat, hanya 48 peserta yang berhasil diterima sebagai mahasiswa baru.
Selain Administrasi Bisnis, sejumlah program diploma lain juga memiliki tingkat persaingan tinggi, di antaranya:
– Administrasi Perkantoran: 2,6 persen
– Agribisnis: 3,3 persen
– Akuntansi: 3,5 persen
– Bisnis Internasional: 4,7 persen
Tingginya minat pada program diploma menunjukkan bahwa pendidikan vokasi semakin diminati karena dinilai memiliki peluang kerja yang lebih cepat dan relevan dengan kebutuhan industri.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Noor Farid, menyebut tingginya angka keketatan menjadi bukti bahwa persaingan masuk Unsoed semakin kompetitif dari tahun ke tahun.
Menurutnya, calon mahasiswa yang berhasil lolos merupakan talenta-talenta terbaik yang siap berkembang dalam lingkungan akademik Unsoed.
“Keketatan yang sangat tinggi di beberapa program studi, seperti Kedokteran Gigi untuk S1 dan Administrasi Bisnis untuk Diploma, menunjukkan bahwa persaingan masuk Unsoed semakin kompetitif dari tahun ke tahun,” ujar Prof. Noor Farid.
Dia menambahkan, Unsoed berkomitmen menyediakan ekosistem akademik terbaik guna mencetak lulusan yang unggul dan mampu bersaing secara global.
“Kami menyambut talenta-talenta muda ini dan memfasilitasi mereka dengan ekosistem akademik terbaik agar siap menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing global,” lanjutnya.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos SNBT 2026 di Unsoed, pihak kampus mengimbau agar segera memantau jadwal registrasi ulang dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi.
Informasi lengkap terkait tahapan registrasi dapat diakses melalui laman resmi admisi Unsoed. Peserta yang dinyatakan lolos diharapkan segera memantau jadwal dan persyaratan registrasi ulang melalui laman resmi admisi.unsoed.ac.id.
Calon mahasiswa juga diminta teliti memeriksa jadwal pembayaran UKT, unggah dokumen, hingga tahapan verifikasi data agar tidak kehilangan status kelulusan.
Tingginya angka pendaftar SNBT 2026 memperlihatkan posisi Unsoed sebagai salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia terus menguat.
Selain memiliki banyak program studi unggulan, kampus yang berada di Purwokerto tersebut juga dikenal memiliki lingkungan akademik yang berkembang pesat, fasilitas pendidikan memadai, dan biaya hidup mahasiswa yang relatif terjangkau.
Tidak heran jika setiap tahun jumlah peminat Unsoed terus meningkat, terutama pada jurusan-jurusan favorit seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Manajemen, hingga Akuntansi.