
SERAYUNEWS – Serikat Pekerja Mitra Patra Bercahaya (SP Mitra) menegaskan penolakan terhadap isu Union Busting yang disebut-sebut terjadi di lingkungan kerja Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap.
SP Mitra menyatakan isu tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Pernyataan sikap itu disampaikan sebagai respons atas pemberitaan yang dinilai tidak berimbang terkait dugaan pembungkaman serikat pekerja di Kilang Cilacap.
Ketua SP Mitra, Bambang Prayitno, menegaskan bahwa organisasinya mewakili aspirasi seluruh Tenaga Alih Daya (TAD) yang bekerja di lingkungan Kilang Cilacap.
“Kami selaku pengurus SP Mitra yang mewakili aspirasi dan kepentingan seluruh Tenaga Alih Daya (TAD) di Kilang Cilacap memastikan bahwa isu Union Busting tidak sesuai dengan fakta,” tegas Bambang, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, hubungan industrial yang terbangun selama ini berjalan kondusif dan tidak menunjukkan adanya praktik pembatasan terhadap aktivitas serikat pekerja.
Bambang menyebut isu Union Busting diembuskan oleh oknum pengurus Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap (FSBMC) yang dinilai tidak mewakili kepentingan seluruh TAD di Kilang Cilacap.
“Kami justru mempertanyakan legalitas FSBMC yang sudah tidak memenuhi syarat sebagai federasi serikat buruh/pekerja di lingkungan kerja Kilang Cilacap,” ujar Bambang.
Ia menilai narasi yang dibangun pihak tertentu berpotensi memicu keresahan dan mengganggu stabilitas hubungan industrial yang telah terbina.
Di sisi lain, SP Mitra menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan perusahaan dan manajemen Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, dinamis, dan harmonis.
“Kami menolak segala bentuk campur tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk anasir-anasir asing, yang mencoba mengganggu hubungan industrial yang saat ini sudah kondusif,” tutup Bambang.
SP Mitra berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan mekanisme hubungan industrial yang sah dalam menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan di lingkungan kilang.