
CILACAP, SERAYUNEWS – Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, mengapresiasi semangat dan kepedulian masyarakat, khususnya para ibu dari Bank Sampah Beo Asri, Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, dalam mengumpulkan minyak jelantah sebagai upaya menjaga lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular.
Kunjungan ke Bank Sampah Beo Asri menjadi agenda pembuka kunjungan kerja Tina Talisa di kawasan Kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Selasa (14/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Tina melihat secara langsung aktivitas anggota bank sampah yang secara rutin mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga untuk selanjutnya dikelola.
“Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu di sini. Luar biasa, meski sebagian besar sudah lansia, semangatnya tetap muda dan produktif. Ini contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah dan dilakukan oleh siapa saja,” ujar Tina.
Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Selain mengurangi potensi pencemaran, pengumpulan minyak jelantah juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Kami senang melihat ibu-ibu secara sadar dan tekun mengumpulkan minyak jelantah untuk disetorkan ke Bank Sampah Beo Asri. Selain misi penyelamatan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi karena minyak jelantah dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram,” katanya.
Lebih lanjut, Tina menilai inisiatif tersebut juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan. Minyak jelantah ini menjadi salah satu bahan baku dalam pengembangan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) yang diproduksi Kilang Cilacap, sehingga mendukung upaya transisi energi nasional.
Ia pun berharap Bank Sampah Beo Asri dapat menjadi pelopor sekaligus percontohan bagi lahirnya “Kampung Minyak Jelantah” di berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Bank Sampah Beo Asri Tegalreja, Sri Widowati, menjelaskan program pengumpulan minyak jelantah telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat. Saat ini beranggotakan lebih dari 900 orang dan pihaknya mampu mengumpulkan sekitar 100 hingga 150 kilogram minyak jelantah setiap bulan.
“Masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola minyak jelantah dengan benar. Selain menjaga lingkungan, hasil penjualannya juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga,” ungkap Sri.
Sementara itu, Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, menyampaikan kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI menjadi motivasi tersendiri bagi anggota Bank Sampah Beo Asri untuk terus meningkatkan kontribusi mereka dalam pengelolaan lingkungan.
“Kehadiran Ibu Tina Talisa menjadi penyemangat bagi ibu-ibu Bank Sampah Beo Asri. Kami berharap kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan,” ujar Didik.
Bank Sampah Beo Asri merupakan bagian dari Program Kampung KB Gadis, salah satu program pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Selain mengelola minyak jelantah, kelompok ini juga aktif mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi serta mengembangkan kerajinan ramah lingkungan melalui Kiye Ecoprint.
Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap konsisten mendorong terciptanya masyarakat mandiri, peduli lingkungan, dan berdaya secara ekonomi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.