
SERAYUNEWS-Suhu kawah Gunung Slamet dilaporkan terus mengalami kenaikan. Pengukuran yang dilakukan Kamis (24/4/2026) menyebutkan suhu kawah gunung Slamet naik menjadi 487,5 derajat celcius.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga Revon Haprindiat SSos ketika dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Kendati demikian dia meminta warga di sekitar kawasan gunung tersebut tidak perlu panik. “Tetap waspada dan lakukan mitigasi,” ungkapnya.
Ketika disinggung situasi di lereng Gunung Slamet menurutnya masih dalam kondisi normal. Kendati gunung tersebut berstatus waspada, warga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Dia juga mengatakan tidak ada laporan terjadi gempa di kawasan Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga yang berada di dekat gunung tersebut. “Tetap tenang dan siapkan mitigasi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Suhu kawah Gunung Slamet dilaporkan naik pada Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan pengukuran suhu terbaru pada Sabtu(18/04/2026) suhu kawah Gunung Slamet kembali meningkat dari 461 Derajat celcius menjadi 478 Derajat celcius.
Perbandingan, pada tahun 2024 suhu kawah Gunung Slamet berkisar 247 derajat Celcius dan tahun 2026 menjadi 411 derajat Celcius. Terdapat peningkatan suhu di bagian kawah Gunung Slamet. Ditambahkan, saat ini status Gunung Slamet masih level II. “Rekomendasi, masyarakat/pendaki/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius bahaya sejauh 3 km dari puncak,” terangnya.
Gunung api Slamet adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncaknya 3432 mdpl. Secara administratif terletak dalam lima kabupaten, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis berada pada posisi 7° 14.30′ LS dan 109° 12.30′ BT. Gunungapi Slamet dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) yang berada di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.