
SERAYUNEWS- Mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menjadi angin segar bagi perantau asal Jateng yang ingin pulang kampung tanpa keluar biaya besar pada Lebaran 2026 ini.
Program ini tak hanya membantu menghemat ongkos, tetapi juga memastikan perjalanan pulang kampung berlangsung lebih aman dan tertib.
Pemprov Jateng menegaskan, priorutas mudik gratis tahun ini adalah warga berpenghasilan rendah yang sehari-hari mengandalkan sektor informal, seperti pekerja harian, buruh, pedagang kecil, hingga pengemudi ojek online.
Mereka yang selama ini harus menyisihkan sebagian besar gajinya untuk ongkos pulang kampung akan sedikit bernapas lega lewat fasilitas ini.
Selain pekerja informal, pelajar dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu juga masuk dalam daftar prioritas penerima fasilitas mudik gratis.
Pemprov mensyaratkan adanya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kampus atau lembaga pendidikan sebagai bukti bahwa mereka memang layak mendapatkan bantuan.
Kelompok rentan lain, seperti penyandang disabilitas dan lansia berusia 60 tahun ke atas, juga mendapat perhatian khusus dalam program ini.
Salah satu syarat penting untuk bisa mendaftar mudik gratis Jateng 2026 adalah identitas kependudukan.
Calon peserta diutamakan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jawa Tengah atau setidaknya tercatat lahir di wilayah provinsi ini.
Pendaftaran bisa dilakukan secara individu maupun kolektif dengan anggota keluarga atau kelompok kecil.
Satu pengajuan boleh berisi maksimal empat orang, sehingga keluarga inti masih bisa mendaftar bersama dalam satu rombongan.
Bagi pendaftar dari kalangan pekerja, perlu melampirkan bukti bahwa profesi mereka sesuai dengan ketentuan program.
Bentuk buktinya bisa berupa foto di lokasi kerja, foto tanda pengenal, foto akun ojek online, atau dokumentasi lain yang menunjukkan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Untuk pelajar dan mahasiswa, dokumen tambahan berupa surat keterangan tidak mampu dari kampus atau sekolah menjadi syarat yang tidak boleh terlewat.
Sementara penyandang disabilitas dan lansia cukup menyiapkan dokumen identitas dan bukti status yang relevan sesuai kebutuhan.
Pada saat mendaftar secara online, calon peserta perlu menyiapkan dokumen dasar kependudukan. KTP atau Kartu Identitas Anak (KIA) menjadi syarat utama bagi pendaftar perorangan maupun anggota kelompok.
Untuk pendaftar satu keluarga, ia harus mengunggah dokumen Kartu Keluarga (KK) guna memastikan hubungan antaranggota dalam satu pengajuan. Adapun kelompok yang bukan keluarga cukup menyertakan KTP atau KIA masing-masing peserta.
Seluruh dokumen harus dalam format jpg atau pdf dengan ukuran maksimal 5 MB. Panitia menekankan agar dokumen jelas, sehingga tulisan di KTP, KIA, maupun KK dapat terbaca saat verifikasi.
Untuk mempermudah akses, pendaftaran mudik gratis Jateng 2026 dilakukan secara daring.
Calon peserta dapat mengunjungi laman resmi PEDA MATENG di alamat pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id dan mengikuti instruksi pendaftaran.
Selain melalui website, pendaftaran juga bisa dilakukan lewat aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) yang tersedia di PlayStore dan AppStore.
Aplikasi ini menjadi salah satu kanal utama untuk mengisi data diri, memilih rute, dan mengunggah dokumen secara langsung dari ponsel.
Bagi peserta tertentu, terutama penyandang disabilitas dan lansia, Pemprov Jateng juga membuka opsi pendaftaran langsung untuk moda bus.
Pendaftaran tatap muka ini berlangsung di kantor Badan Penghubung Jawa Tengah di Jakarta Selatan bagi mereka yang kesulitan mengakses layanan digital.
Panitia mengingatkan bahwa seluruh proses pendaftaran tanpa biaya. Masyarakat harus mewaspadai pihak-pihak yang mengatasnamakan program mudik gratis dan meminta bayaran, baik dalam bentuk uang tunai maupun transfer.
Untuk tahun ini, Pemprov Jateng menyiapkan ratusan armada bus dan puluhan rangkaian kereta api untuk melayani pemudik.
Data sementara menyebutkan sedikitnya 349 bus dan sekitar 20 rangkaian kereta api telah diinventarisasi untuk program mudik dan balik gratis Lebaran 2026.
Rencana pelaksanaan mudik gratis akan berlangsung pada 16–17 Maret 2026, dengan beberapa titik keberangkatan utama.
Sejumlah lokasi yang siap antara lain Museum Purna Bhakti Pertiwi di Jakarta Timur, fasilitas PT Dirgantara Indonesia di Bandung, serta Stasiun Pasar Senen di Jakarta.travel.
Tidak hanya keberangkatan mudik, Pemprov Jateng juga menyiapkan program balik rantau gratis untuk arus balik. Program ini akan berlangsung pada 27–28 Maret 2026, sehingga pemudik tidak perlu memikirkan biaya pulang kembali ke perantauan.
Dengan memenuhi seluruh syarat dan dokumen, perantau asal Jawa Tengah berkesempatan menikmati perjalanan mudik yang lebih nyaman dan terjangkau.
Bagi banyak keluarga, program ini bukan sekadar tiket gratis, melainkan jembatan untuk kembali berkumpul di kampung halaman pada momen Lebaran 2026.***