
SERAYUNEWS – Proses produksi film horor terbaru berjudul Pocong Merah menyimpan kisah menarik di balik layar.
Seluruh pengambilan gambar dilakukan di wilayah Kabupaten Banyumas, tepatnya di Hutan Pinus Sawangan (Ajibarang) dan Curug Cipendok (Cilongok).
Selain harus berhadapan dengan cuaca ekstrem, tim produksi juga mengaku mengalami gangguan di luar nalar selama proses syuting berlangsung.
Sutradara film Pocong Merah, Hendra Lee, mengatakan tantangan terbesar pada awal produksi adalah persoalan manajemen waktu.
Proses pengambilan gambar hanya berlangsung sekitar 10 hari. Kondisi tersebut diperberat karena jadwal syuting berlangsung pada musim hujan, sekitar Januari.
“Kalau untuk kesulitan sebenarnya wajar sih ya. Tapi karena waktu itu lagi musim hujan, tantangannya adalah bagaimana dengan waktu yang mepet, produksi tetap berjalan lancar,” ujar Hendra, ditemui saat acara meet and greet, Rabu (18/02/2026) malam.
Namun, tantangan teknis itu beriringan dengan rentetan kejadian mistis yang dialami kru film.
Hendra mengungkapkan, sebuah kejadian cukup mengejutkan terjadi pada hari pertama pengambilan gambar.
“Hari pertama syuting ada warga nanya, ‘Mas lagi syuting apa?’. Kru kita jawab santai saja, ‘Pocong Merah’. Ternyata, warga bilang di situ memang tempat di mana sering terjadi penampakan sosok tersebut. Jadi ya, pas banget lokasinya,” kata Hendra.
Lokasi pengambilan gambar yang berfokus di kawasan Curug Cipendok dan Hutan Pinus Sawangan (HVS) Ajibarang memang dikenal memiliki aura yang cukup kental.
Gangguan tak wajar pun disebut mulai terjadi selama proses syuting.
“Di dalam lokasi syuting yang kita pakai itu konon memang sering terjadi hal-hal aneh. Saya sendiri mengalami beberapa hal mistis saat di sana. Ada pemeran ekstra yang sampai kesurupan,” ujar sutradara asal Ajibarang tersebut.
Meski dihadapkan pada cuaca buruk dan gangguan nonteknis, Hendra memastikan seluruh kru tetap bekerja secara profesional hingga proses produksi selesai.
Film ini diharapkan mampu menghadirkan atmosfer mencekam yang autentik karena menggunakan lokasi asli di Banyumas.
Pada acara meet and greet, turut dihadirkan para pemain yang membintangi film Pocong Merah, di antaranya Adinda Halona, Ahmad Pule, Yogi Werner, dan Putri Nabilla Aurora.
Masyarakat Banyumas dan sekitarnya dapat menyaksikan film ini di CGV Rita Supermall dan Rajawali Cinema Purwokerto.
Film bergenre horor ini mengisahkan tentang seorang dukun santet yang meninggal dunia secara tragis akibat dimutilasi. Karena diliputi rasa kehilangan yang mendalam, sang anak kemudian membangkitkan kembali ibunya hingga menjelma menjadi pocong berlumuran darah.
“Film ini bergenre horor, tapi di dalamnya diselipkan komedi, dan juga edukasi, ada pesan tentang bahaya dendam, keberanian akan kegelapan, hingga pilihan moral dalam lingkup keluarga,” kata Hendra Lee.