
SERAYUNEWS- Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 kembali menjadi perhatian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Dengan bunga tetap rendah dan tenor panjang hingga lima tahun, KUR BRI dinilai sebagai solusi pembiayaan paling realistis untuk menambah modal usaha tanpa membebani arus kas.
Pinjaman KUR BRI sebesar Rp10 juta menjadi nominal favorit karena cocok untuk usaha pemula maupun UMKM skala kecil.
Modal ini banyak dimanfaatkan untuk menambah stok barang, membeli peralatan usaha, hingga memperluas pemasaran secara digital.
Memahami tabel angsuran KUR BRI 2026 sebelum mengajukan pinjaman sangat penting. Dengan perhitungan cicilan yang tepat, pelaku usaha dapat menjaga stabilitas keuangan sekaligus memastikan bisnis tetap berkembang secara berkelanjutan.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
KUR BRI merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM produktif.
Pada 2026, pemerintah kembali mempercayakan BRI sebagai salah satu bank penyalur utama karena jangkauan jaringan dan pengalaman panjang di sektor pembiayaan rakyat.
Melalui KUR, pelaku usaha mendapatkan fasilitas kredit dengan bunga subsidi, persyaratan ringan, serta proses yang semakin digital. Skema ini dirancang untuk mendorong UMKM naik kelas tanpa tekanan bunga tinggi seperti kredit komersial.
BRI menyediakan beberapa jenis KUR yang disesuaikan dengan skala dan kebutuhan usaha. Untuk pinjaman Rp10 juta, skema yang digunakan adalah KUR Mikro.
KUR Mikro BRI ditujukan bagi pelaku usaha produktif dengan plafon pinjaman hingga Rp50 juta. Skema ini cocok untuk usaha yang telah berjalan minimal enam bulan dan membutuhkan tambahan modal kerja dalam jumlah terbatas namun fleksibel.
Pada 2026, pemerintah menetapkan suku bunga KUR tetap sebesar 6 persen per tahun. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenis KUR tanpa sistem bunga bertingkat.
Dengan bunga flat yang relatif rendah, cicilan KUR BRI menjadi lebih ringan dan terprediksi.
Hal ini memberikan kepastian bagi pelaku UMKM dalam mengatur keuangan dan menyusun strategi bisnis jangka menengah hingga panjang.
Berikut simulasi tabel angsuran KUR BRI 2026 untuk pinjaman Rp10 juta dengan berbagai pilihan tenor:
Besaran cicilan tersebut bersifat simulasi dan dapat berubah menyesuaikan hasil analisis kredit, kebijakan internal bank, serta profil risiko debitur.
Tenor hingga 60 bulan menjadi keunggulan utama KUR BRI 2026. Dengan cicilan yang semakin kecil seiring tenor yang lebih panjang, pelaku usaha memiliki ruang bernapas lebih luas dalam mengelola pendapatan bulanan.
Skema ini sangat membantu UMKM yang baru berkembang, karena cicilan tidak langsung membebani keuntungan usaha di fase awal pertumbuhan.
Untuk mengajukan KUR BRI 2026, calon debitur wajib memenuhi sejumlah persyaratan dasar, sebagai berikut:
1. Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan e-KTP aktif
2. Usia minimal 17 tahun atau sudah menikah
3. Memiliki usaha produktif yang berjalan minimal 6 bulan
4. Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain
5. Menyiapkan KTP dan Kartu Keluarga (KK)
6. Memiliki legalitas usaha (NIB, IUMK, atau Surat Keterangan Usaha)
7. NPWP tidak wajib untuk pinjaman Rp10 juta
8. Memiliki riwayat kredit lancar (tidak bermasalah di SLIK OJK)
9. Bersedia disurvei pihak BRI
Dokumen administrasi yang perlu disiapkan meliputi e-KTP, Kartu Keluarga, dan surat legalitas usaha. Legalitas dapat berupa NIB, IUMK, atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan setempat.
Untuk pinjaman Rp10 juta, NPWP belum menjadi syarat wajib. Ketentuan NPWP baru diberlakukan untuk pengajuan KUR di atas Rp50 juta.
Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan dengan mendatangi kantor cabang BRI terdekat. Calon debitur cukup membawa dokumen persyaratan dan berkonsultasi langsung dengan petugas bank.
Proses ini cocok bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan pendampingan langsung atau membutuhkan penjelasan detail terkait skema kredit.
BRI juga menyediakan jalur digital melalui aplikasi BRImo. Calon debitur dapat mengisi formulir online, mengunggah dokumen, dan memantau status pengajuan secara real time.
Pengajuan online ini dinilai lebih praktis, cepat, dan efisien, terutama bagi UMKM yang sudah terbiasa menggunakan layanan perbankan digital.
Agar peluang persetujuan lebih besar, pelaku usaha disarankan menjaga riwayat kredit tetap bersih dan memastikan usaha berjalan aktif. Kelengkapan dokumen serta kejelasan penggunaan dana juga menjadi faktor penting dalam analisis bank.
Dengan persiapan matang, proses pencairan KUR BRI 2026 dapat berjalan lebih lancar dan tepat sasaran.
KUR BRI 2026 pinjaman Rp10 juta menawarkan kombinasi ideal antara bunga rendah, tenor fleksibel, dan proses pengajuan mudah. Skema ini menjadi solusi nyata bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal tanpa risiko finansial berlebihan.
Dengan memahami tabel angsuran dan ketentuan pengajuan, pelaku usaha dapat memilih tenor paling sesuai dan memanfaatkan KUR sebagai alat pertumbuhan bisnis jangka panjang.