Kamis, 1 Desember 2022

Tanah Gerak di Dusun Pagersari Pengadegan, Ini Penjelasan Ahli Geologi

Fenomena tanah bergerak, di Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.

Pemicu utama fenomena tanah bergerak, di Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga adalah hujan dengan intensitas tinggi. Hal itu memicu sedimentasi tanah bergerak, karena muka air tanah naik dan membuat tanah lebih lunak. Hasil survei lokasi, karakter tanah di wilayah itu adalah lempung berpasir.


Purbalingga, Serayunews.com

Bidang bencana geologi pusat mitigasi Unsoed dr Indra Permana Jati mengatakan, informasi dari warga, sebelumnya belum ada mata air. Tapi saat ini di beberapa titik muncul mata air. Sehingga, kesimpulan sementara bahwa tanah di lokasi itu sedang berproses.

“Muncul mata air di beberapa tempat, muncul pergerakan tanah kemarin jam 6 pagi. Jadi sementara yang bisa kita simpulkan adalah tanah sedang berproses, sedang bergerak, walaupun lambat,” kata Indra, usai melakukan mitigasi, di lokasi kejadian, Jumat (4/12/2020).

Kecepatan pergerakan tanah tergantung hujan. Jika intensitas hujan tinggi, maka pergerakan lebih cepat. Dia menjelaskan bahwa jenis tanahnya merupakan lempung berpasir. Sehingga, kalau terkena air maka pasir akan bergerak.

“Kecepatan gerakan tergantung hujan. Jadi masyarakat diimbau untuk dievakuasi dulu saja. Nanti kalau kecepatannya turun baru bisa ditempati lagi,” katanya.

Lebih lanjut Indra menjelaskan, karakter tanah dalam berkarakter batuan sedimen. Sedangkan sedimentasinya membujur ke barat – timur. Sehingga, luncuran longsor mengarah ke utara. Sedangkan di atas batuan sedimen ada tanah lapuk. Maka terjadi pergerakan dan mengakibatkan retak-retak.

Baca Juga : Tanah Terus Bergerak, Sembilan Rumah di Wanayasa Retak

Baca Juga : Tanah Gerak di Dusun Pagersari Pengadegan, Ini Penjelasan Ahli Geologi

“Kalau kita melihat lokasi, itu batuan sedimen. Nah di bawahnya ada batuan, karena batuan tidak tembus air, maka menggenang, sehingga akan menggerakkan tanah di atasnya,” kata dia.

Menurutnya, secara keseluruhan lokasi Dusun Pegersari masih layak untuk dihuni. Hanya saja, ada beberapa titik yang elevasinya tinggi itu perlu penanganan terlebih dahulu.

“Melihat topografinya masih memungkinkan. Cuma ada 11 segmen bagian agak terjal, jadi nanti perlu di-treatment mitigasi supaya lebih aman longsor. Sementara hasil kajiannya seperti itu,” katanya.

Karena sebelumnya belum ada longsor, maka masyarakat harus semakin hati-hati. Kalau hujan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Pada titik yang terjadi retakan, kewaspadaan perlu lebih tinggi. Sebab itu sangat berpotensi longsor.

“Kalau melihat topografinya ada beberapa lokasi yang masih bisa. Kalau tebing terjal, itu perlu dievaluasi lagi. Kemungkinan di daerah datar bisa ditempati. Kalau di titik yang retak maka rawan longsor. Kalau gerakannya cepat perlu evakuasi,” kata Indra.

Diketahui, setidaknya ada 36 rumah yang rusak dan puluhan lainnya terdampak, akibat pergerakan tanah di Dusun Pegersari, Kamis (03/12/2020). Saat ini, ratusan warga dievakuasi dan diungsikan di gedung SDN setempat.

Berita Terpopuler

Berita Terkini