
SERAYUNEWS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara semakin serius membidik target besar pada ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Ambisi menembus peringkat 7 besar mendorong KONI menyiapkan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui program Pemusatan Latihan Kabupaten Secara Khusus (Pelatkabsus) bagi atlet potensial peraih medali emas.
Program Pelatkabsus dirancang sebagai penguatan utama pembinaan atlet Banjarnegara. KONI menilai, tanpa persiapan khusus dan terukur, target naik peringkat akan sulit tercapai, mengingat persaingan antar daerah di Jawa Tengah semakin ketat.
Sejak jauh hari, KONI Banjarnegara telah melakukan sejumlah tahapan persiapan. Langkah awal difokuskan pada inventarisasi atlet yang lolos Porprov, pemetaan cabang olahraga (cabor) unggulan, serta verifikasi data atlet potensial peraih medali emas.
Tahapan ini menjadi fondasi penting agar pembinaan atlet tidak berjalan sporadis. Dengan data yang terukur, KONI dapat menentukan prioritas pembinaan, alokasi anggaran, serta pola latihan yang sesuai dengan kebutuhan atlet.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menyebutkan bahwa target 7 besar bukanlah sekadar ambisi, melainkan hasil dari analisis data Porprov sebelumnya.
“Untuk mampu menembus peringkat 7 besar Porprov XVII Jateng 2026, setidaknya Banjarnegara harus mampu meraih minimal 38 medali emas. Perhitungan ini mendasar pada analisa data Porprov Jateng sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pada Porprov Jateng 2023, Banjarnegara menempati peringkat 9 dengan raihan 29 medali emas, jumlah yang sama dengan Kabupaten Banyumas di peringkat 8.
Selisih tipis ini menjadi motivasi kuat bagi KONI untuk mendorong peningkatan prestasi secara signifikan.
Untuk memastikan target tercapai, KONI Banjarnegara membentuk tim monitoring dan evaluasi, termasuk tim khusus yang bertugas memantau perkembangan atlet secara intensif.
“KONI Banjarnegara sudah membentuk tim monitoring dan evakuasi, termasuk tim khusus yang nantinya melakukan pemantauan secara khusus, termasuk program pelatkabsus bagi atlet potensial peraih medali emas,” jelas Nurohman.
Melalui Pelatkabsus, atlet-atlet lini pertama atau atlet dengan peluang besar meraih emas akan mendapatkan pendampingan khusus, baik dari sisi program latihan, pengawasan performa, hingga optimalisasi fasilitas yang tersedia.
Nurohman mengakui bahwa Banjarnegara masih menghadapi keterbatasan fasilitas olahraga. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk mencetak prestasi.
“Dikatakannya, adanya pelatkabsus ini dilakukan mengingat Banjarnegara masih minim dalam fasilitas olahraga, sehingga melalui pelatkabsus ini, atlet potensial peraih medali emas akan mendapatkan penampingan khusus dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada,” ujarnya.
Pelatkabsus dinilai mampu menjadi solusi realistis untuk menjaga konsistensi latihan atlet, sekaligus meningkatkan kualitas persiapan menjelang Porprov XVII Jateng 2026.
Program Pelatkabsus juga dirancang berbasis evaluasi berkelanjutan. Atlet tidak hanya berlatih, tetapi juga dipantau secara rutin agar perkembangan performa dapat terukur dengan jelas.
“Adanya Pelatkabsus ini juga belajar dari Porprov sebelumnya, dengana danya Pelatkabsus, atlet dapat lebih fokus dalam berlatih, sehingga mereka benar-benar maksimal saat Porprov nanti dan mampu meraih medali emas,” tambah Nurohman.
Sementara itu, Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi KONI Banjarnegara, Muhammad Ali, menegaskan bahwa Pelatkabsus menjadi elemen krusial dalam meningkatkan performa atlet secara berkelanjutan.
“Pelatkabsus menjadi bagian penting untuk meningkatkan performa atlet, nantinya tim akan terjun langsung dan melakukan evaluasi setiap pekan,” katanya.
Evaluasi pekanan ini akan menghasilkan grafik perkembangan atlet, yang selanjutnya menjadi dasar penentuan potensi raihan medali emas kontingen Banjarnegara.
Tidak hanya atlet, tim monitoring juga mengevaluasi kinerja pelatih kepala dari setiap cabor unggulan.
“Skema sudah kami siapkan, dan tentunya ini melibatkan cabang olahraga. Tidak hanya atlet, kita juga melakukan evaluasi program pelatih kepala dari setiap cabang olahraga potensi peraih medali emas,” ujar Muhammad Ali.
Ia menambahkan, data atlet hasil verifikasi menjadi pijakan utama tim untuk melakukan pemantauan lapangan. Menurutnya, tinjauan dan monitoring berkelanjutan merupakan kunci utama agar Banjarnegara mampu menembus 7 besar Porprov XVII Jateng 2026.