Rabu, 5 Oktober 2022

Tari Warokan Meriahkan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara

Para siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, saat memeragakan Tari Warokan dalam pekan Seni Budaya sebagai penerapan kurikulum merdeka di lingkungan sekolah pada, Selasa (13/9/2022). (Foto: Maula)

Sebagai bentuk implementasi dari kurikulum merdeka, SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, memerakagan berbagai kegiatan, termasuk seni budaya sebagai implementasi dari pembelajaran kearifan lokal sesuai dengan kurikulum merdeka.


Banjarnegara, serayunews.com

Tari Warokan, merupakan satu tarian khas dari dataran tinggi Dieng yang ikut memeriahkan dalam gelaran pekan seni budaya di SMAN 1 Sigaluh.

Kegiatan ini, menjadi satu upaya dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sesuai dengan amanat pembelajaran dalam kurikulum merdeka dengan tema seni budaya kearifan lokal.

Tari Warokan, merupakan tarian khas dengan kostum menyeramkan laiknya raksasa dengan rambut gondrong dan gimbal. Para penari, juga menyandang kuda kepang di tangannya. Mirip kuda lumping, mereka menari dengan gagahnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Sigaluh, Dwi Sulistiyowati mengatakan, P5 ini merupakan satu implementasi kurikulum dengan tema kearifan lokal. Hal ini dipilih, karena Banjarnegara memiliki banyak budaya dan kearifan lokal.

“Di Kecamatan Sigaluh banyak sekali kesenian dan budaya lokal yang menarik. Kita ingin anak-anak untuk mengeksplorasi dalam pembelajaran proyek agar mereka semakin cinta budaya,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini akan berlangsung hingga dua pekan ke depan, di mana para siswa khususnya kelas X tidak harus berada di kelas dalam mengerjakan proyek ini. Mereka juga dapat melakukan kunjungan ke lapangan untuk melakukan riset dan juga pendalaman materi.

“Mereka dikelompokan menjadi kelompok kecil, di bawah pengawasan guru pembimbing, mengerjakan proyek untuk ditampilkan dalam puncak gelar karya. Titik tekan kegiatan ini adalah penumbuhan karakter siswa, tidak hanya mencari nilai semata,” katanya.

Tak hanya itu, dari beberapa kelompok siswa juga ada yang mempersiapkan kesenian tradisional lainnya, seperti tek-tek Banyumasan maupun lainnya.

Selain tema kearifan lokal, sekolah juga diberi kebebasan memilih tema lain dalam P5 seperti gaya hidup berkelanjutan, kewirausahaan, suara demokrasi dan tema-tema lain. Hal itu disesuaikan dengan kesiapan sekolah dan juga nilai karakter yang ingin dikembangkan melalui proyek yang dipilih.

Berita Terpopuler

Berita Terkini