
SERAYUNEWS – Kepulangan dari Tanah Suci menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi para jemaah haji.
Setelah menjalani perjalanan panjang serta menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina, para jemaah akhirnya kembali ke tanah air dengan harapan memperoleh haji yang mabrur.
Meski demikian, perjalanan spiritual seorang Muslim tidak berhenti ketika ibadah haji selesai dilaksanakan.
Justru setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat, para jemaah dituntut untuk menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama berada di Tanah Suci.
Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan setelah pulang dari haji.
Salah satunya adalah melaksanakan salat sunah qudum (qudum as-safar), yaitu salat sunah dua rakaat setelah tiba dari perjalanan jauh.
Salat ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas keselamatan selama perjalanan. Selain itu, ibadah ini merupakan ungkapan terima kasih karena telah diberi kesempatan menyempurnakan rukun Islam kelima.
Salat sunah qudum merupakan salat dua rakaat yang dianjurkan bagi seseorang yang baru kembali dari safar.
Bagi jemaah haji, amalan ini menjadi penanda awal kembalinya mereka ke kehidupan sehari-hari dengan semangat spiritual yang baru.
Sebelum melaksanakan salat, jemaah terlebih dahulu berniat di dalam hati untuk mengerjakannya karena Allah SWT. Berikut adalah lafaz niat salat sunah qudum yang bisa dibaca:
"Ushalli sunnatal qudumi rak'ataini lillahi ta'ala."
Artinya: “Saya niat salat sunah qudum dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Meskipun terdapat lafaz niat yang umum digunakan, yang paling utama adalah menghadirkan niat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT.
Berdasarkan sunah Rasulullah SAW, salat sunah qudum utamanya dilaksanakan di masjid atau mushala terdekat dari rumah sebelum jemaah masuk ke dalam rumahnya.
Secara teknis, pelaksanaan salat sunah qudum tidak berbeda dengan salat sunah dua rakaat pada umumnya. Berikut tata cara pelaksanaannya:
Memulai salat dengan takbiratul ihram
Salat diawali dengan mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan sebagaimana salat pada umumnya.
Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek
Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, bacalah Surah Al-Fatihah yang kemudian dilanjutkan dengan salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an (dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama).
Menyempurnakan rakaat pertama
Lakukan gerakan rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua hingga rakaat pertama selesai.
Berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua
Setelah rakaat pertama selesai, berdirilah kembali untuk memulai rakaat kedua.
Membaca Al-Fatihah dan surah pendek
Pada rakaat kedua, bacalah Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surah pendek (dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas).
Menyelesaikan salat hingga salam
Lanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, tahiyat akhir, kemudian akhiri salat dengan gerakan salam.
Memperbanyak doa dan zikir
Setelah salat selesai, jemaah dianjurkan untuk berdoa, berzikir, serta memohon agar ibadah haji yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT.
Sebagaimana salat sunah mutlak, tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan dalam salat sunah qudum. Secara keseluruhan, rangkaian gerakannya sama dengan salat dua rakaat lainnya.
Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memberikan banyak pelajaran bagi setiap Muslim.
Selama berada di Tanah Suci, para jemaah terbiasa memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta melaksanakan salat berjamaah dengan penuh kekhusyukan.
Ketika kembali ke rumah, kebiasaan baik tersebut perlu terus dipertahankan agar nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji tidak hilang begitu saja.
Menunaikan salat sunah qudum setelah kembali dari Tanah Suci dapat menjadi langkah awal untuk mempertahankan konsistensi (istiqamah).
Para ulama juga menjelaskan bahwa tantangan terbesar setelah berhaji adalah menjaga konsistensi dalam beribadah.
Sebab, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ritual, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui salat sunah qudum, seorang Muslim diingatkan bahwa perjalanan menuju ketakwaan masih terus berlanjut.
Ibadah ini menjadi simbol awal untuk mempertahankan semangat berbuat baik, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menjaga nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan yang telah dipelajari selama berada di Tanah Suci.
Karena itu, salat sunah qudum tidak sekadar menjadi amalan seremonial setelah pulang dari perjalanan haji.
Lebih dari itu, ibadah ini merupakan wujud syukur sekaligus pengingat agar semangat beribadah tetap hidup dan terus tumbuh setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.