
SERAYUNEWS – Sholat tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat identik dengan suasana malam bulan Ramadhan.
Biasanya, ibadah ini dilakukan secara berjamaah di masjid dan menjadi momen kebersamaan umat Islam dalam menghidupkan malam suci.
Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua orang dapat melaksanakan tarawih secara berjamaah. Kesibukan pekerjaan, aktivitas perkuliahan, hingga alasan kesehatan sering kali menjadi kendala seseorang untuk hadir di masjid.
Meski demikian, umat Islam tidak perlu khawatir. Sholat tarawih tetap dapat dilakukan secara mandiri di rumah tanpa mengurangi keabsahan ibadah.
Pelaksanaan tarawih secara sendiri tetap memiliki nilai ibadah yang besar selama dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Pilihan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Dalam praktik pelaksanaan tarawih, terdapat beberapa pilihan jumlah rakaat yang bisa dilakukan.
Perbedaan ini muncul dari berbagai pendapat ulama, namun semuanya tetap berada dalam koridor syariat Islam.
Sebagian umat Islam melaksanakan tarawih sebanyak delapan rakaat yang dilakukan dalam empat kali salam, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam.
Praktik ini dianggap sebagai salah satu bentuk pelaksanaan yang ringan dan banyak diterapkan di berbagai tempat.
Selain itu, terdapat pula pelaksanaan tarawih sebanyak dua puluh rakaat yang dilakukan dalam sepuluh kali salam.
Jumlah ini merupakan pendapat mayoritas ulama dari berbagai mazhab yang juga banyak dipraktikkan di berbagai wilayah.
Pelaksanaan sholat tarawih dilakukan setelah menunaikan sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.
Rentang waktu ini memberikan fleksibilitas bagi umat Islam untuk menyesuaikan waktu ibadah dengan kondisi masing-masing.
Hukum Sholat Tarawih Dilaksanakan Sendiri
Dalam kajian fiqih Islam, sholat tarawih memiliki status sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Rasulullah SAW dan para sahabat diketahui sangat menjaga pelaksanaan ibadah ini selama bulan Ramadhan.
Ulama fiqih, termasuk Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa pelaksanaan tarawih secara berjamaah termasuk sunnah kifayah.
Artinya, jika sebagian umat Islam telah melaksanakan tarawih berjamaah di masjid, maka kewajiban secara kolektif sudah terpenuhi.
Oleh karena itu, seseorang tetap diperbolehkan mengerjakan tarawih sendiri di rumah dan ibadah tersebut tetap sah serta bernilai pahala qiyamul lail.
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Secara teknis, tata cara sholat tarawih yang dilakukan sendiri tidak berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Perbedaan utama hanya terletak pada niat yang dibaca dalam hati sebelum memulai sholat.
Niat sholat tarawih dua rakaat yang dilakukan sendiri berbunyi:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT.”
Setelah membaca niat, pelaksanaan sholat dilanjutkan dengan takbiratul ihram. Selanjutnya, membaca doa iftitah, Surah Al-Fatihah, serta membaca surah atau ayat Al-Qur’an.
Setelah itu, dilanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.
Setelah menyelesaikan rakaat pertama, jamaah berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua dengan urutan gerakan yang sama.
Pada akhir rakaat kedua, sholat ditutup dengan membaca tahiyat akhir dan salam. Rangkaian tersebut diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan.
Sholat Witir sebagai Penutup Tarawih
Setelah menyelesaikan rangkaian sholat tarawih, umat Islam dianjurkan menutupnya dengan sholat witir.
Witir merupakan sholat sunnah yang jumlah rakaatnya ganjil dan berfungsi sebagai penutup sholat malam.
Sholat witir dapat dilaksanakan minimal satu rakaat, namun umumnya dilakukan tiga rakaat.
Pelaksanaannya dapat dilakukan dua rakaat terlebih dahulu kemudian salam, lalu dilanjutkan satu rakaat penutup, atau bisa juga dilakukan tiga rakaat sekaligus.
Sholat witir memiliki nilai penting karena menjadi penyempurna ibadah malam selama bulan Ramadhan.
Demikian informasi tentang hukum sholat tarawih sendirian di rumah.***










