
SERAYUNEWS – Sya’ban merupakan bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadhan. Posisi ini menjadikan Sya’ban sebagai jembatan terdekat menuju bulan suci Ramadhan.
Jika Rajab menjadi pintu pembuka kesadaran, maka Sya’ban adalah fase pemantapan yang sangat menentukan kesiapan mental dan spiritual umat Islam sebelum memasuki Ramadhan.
Bulan ini memiliki peran strategis sebagai puncak latihan ruhani. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seluruh umat Islam mulai memusatkan perhatian untuk mempersiapkan diri.
Sebab, Ramadhan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan membutuhkan kesiapan yang matang agar ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai dan bermakna.
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أمَّا بَعْدُ فَيَاعِبَادَ الله أُوْصِيْكُم وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Hadirin rahimakumullah,
Pada hari Jumat yang penuh keberkahan ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ketakwaan bukan hanya tentang menjalankan perintah-Nya, tetapi juga menjauhi seluruh larangan-Nya dengan penuh kesadaran.
Dengan ketakwaan, Allah menjanjikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat At-Thalaq ayat 2–3:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ
Artinya: Siapa pun yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya (QS At-Thalaq: 2–3).
Jamaah yang dirahmati Allah,
Segala puji bagi Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan bulan Sya’ban, bulan yang sering terlewatkan, namun memiliki keutamaan besar.
Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dengan memperbanyak puasa di bulan ini.
Dalam hadits yang diriwayatkan Usamah bin Zaid, Rasulullah SAW bersabda:
“Itu adalah bulan yang dilupakan oleh banyak manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin ketika amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa” (HR An-Nasa’i dan Ahmad).
Hadits ini menegaskan bahwa Sya’ban adalah waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal memasuki Ramadhan.
Langkah Persiapan Spiritual Menjelang Ramadhan
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ada beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan di bulan Sya’ban sebagai persiapan Ramadhan.
Pertama, meningkatkan kualitas ibadah. Mulailah membiasakan membaca Al-Qur’an, memperbaiki shalat, serta memperbanyak dzikir dan doa.
Kedua, memperbanyak puasa sunnah. Puasa di bulan Sya’ban menjadi latihan fisik dan mental agar tubuh dan jiwa terbiasa saat Ramadhan tiba.
Ketiga, memperbanyak istighfar dan taubat. Membersihkan hati dari dosa menjadi bekal utama agar Ramadhan dijalani dengan jiwa yang bersih.
Keempat, melatih kesabaran dan menjaga lisan. Sya’ban adalah momentum untuk membiasakan diri menahan amarah, menghindari ghibah, dan berkata baik.
Selain spiritual, persiapan fisik juga tidak kalah penting. Menjaga pola makan, istirahat cukup, dan menjaga kesehatan akan membantu Anda menjalani ibadah Ramadhan dengan optimal.
Tak kalah penting, memperdalam ilmu tentang fiqih puasa dan meningkatkan kepedulian sosial.
Ramadhan adalah bulan berbagi, maka membiasakan sedekah sejak Sya’ban akan melembutkan hati dan memperkuat ukhuwah.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mari manfaatkan bulan Sya’ban ini sebaik mungkin. Jangan sampai Ramadhan datang sementara kita belum siap menyambutnya.
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan sehat, beriman, dan penuh semangat ibadah.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
***