
CILACAP, SERAYUNEWS – Sebuah tempat usaha penyulingan kelapa di Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, terbakar pada Rabu (29/7/2026) sore.
Kebakaran diduga dipicu seorang anak yang bermain korek api hingga membakar tumpukan serabut kelapa di lokasi usaha tersebut.
Api sempat membesar dan menjalar ke bagian atap bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 15.20 WIB.
Api dengan cepat membesar karena material yang terbakar berupa serabut kelapa yang sangat mudah tersulut. Kobaran api bahkan sempat merambat hingga ke bagian atap bangunan sebelum diketahui warga sekitar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari seorang anak yang bermain korek api di sekitar lokasi.
“Informasi yang kami terima di lapangan, seorang anak bermain korek api lalu membakar serabut kelapa dan meninggalkannya. Beberapa saat kemudian api membesar hingga mengenai atap bangunan,” kata Gatot.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Wahid (60).
Melihat api semakin membesar, ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Menerima laporan itu, Tim Pos Damkar Kroya segera menuju lokasi dan tiba sekitar tujuh menit setelah laporan diterima.
“Petugas segera melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan maupun area lain di sekitar lokasi. Setelah api berhasil dipadamkan, kami juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” ujar Gatot.
Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 3.500 liter air untuk mengendalikan kobaran api.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan, pendataan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran melalui program Satkartaru Siap.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
Gatot mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di lingkungan yang terdapat bahan mudah terbakar.
Menurutnya, material seperti serabut kelapa sangat mudah terbakar sehingga dapat memicu kebakaran dalam waktu singkat apabila terkena sumber api.
“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak bermain api tanpa pengawasan. Bahan seperti serabut kelapa sangat mudah terbakar sehingga dapat memicu kebakaran dalam waktu singkat. Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.