Sabtu, 13 Agustus 2022

The Pikas Banjarnegara Kembali Luncurkan Paket Wisata Bule Kapiran, Apa Itu?

Bule Kapiran saat berada di kantor The Pikas Artventure pada 2019 lalu. Dok The Pikas

Bule, merupakan julukan bagi orang asing yang datang ke negeri ini. Julukan ini sudah tidak asing bagi masyarakat kita, khususnya masyarakat yang ada di perdesaan. Untuk memberikan pengalaman tersendiri bagi para turis asing, The Pikas Artventure Banjarnegara kembali membuat paket wisata khusus bagi warga asing bertajuk The Bule Kapiran.


Banjarnegara, serayunews.com

Program wisata petualang The Bule Kapiran, sebenarnya pernah ada pada tahun 2019 lalu. Namun karena pandemi, program ini harus berhenti dan baru tahun ini akan kembali berlanjut.

Baca juga  Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional, PKK Harus Jadi Garda Terdepan

Direktur The Pikas Artventure Banjarnegara, Akhmad Fajar M mengatakan, Bule Kapiran merupakan satu program paket wisata khusus dari The Pikas Artventure selaku penyedia wisata petualangan pertama di kota Banjarnegara.

Program ini bukanlah program biasa, The Bule Kapiran akan merasa senang berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal. Mereka akan merasakan masakan lokal masyarakat.

“Kenapa menggunakan istilah Kapiran? Karena kami akan melepaskan bule ini, seperti orang lokal. Tidak hanya itu, mereka juga akan kami ajak untuk merasakan wahana Arung Jeram dengan pemandu profesional dan berstandar internasional,” katanya.

Baca juga  Pemkab Banjarnegara, Bagikan Merah Putih pada Masyarakat untuk Dukung Program 10 Juta Bendera

Selain itu, program Bule Kapiran merupakan satu program yang paling diminati wisatawan mancanegara. Karena, mereka akan mendapatkan pengalaman baru dan tentunya bisa bercerita tentang keindahan Indonesia dan keramahan masyarakat Indonesia.

Dalam program ini, wisatawan mancanegara juga ikut berkegiatan langsung bersama penduduk lokal, mulai dari mencari rumput, menanam padi, pertani di kebun salak, panen, hingga merawat ternak.

Tak hanya itu, mereka juga ikut mencari kayu bakar sebagai kegiatan rutin masyarakat lokal.

“Mereka nantinya berbaur dengan masyarakat lokal dan melakukan aktivitas seperti warga pada umumnya, termasuk memandikan ternak dan kegiatan lainnya. So, tunggu saja keseruan program yang memang sudah ditunggu oleh wisatawan mancanegara ini,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini