
SERAYUNEWS – Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan survivor yang hilang di Sungai Tajum, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terbawa arus hingga ke Sungai Serayu.
Pencarian yang dilakukan sejak hari pertama terus diperluas. Pada hari ketiga, Senin (2/3/2026), Basarnas bersama Tim SAR Gabungan menyisir aliran sungai hingga belasan kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Upaya pencarian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan tiga unit LCR ke arah hilir sejauh 20,5 kilometer dari LKP. SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan rafting boat sejauh 5 kilometer ke arah hilir. Sementara SRU 3 melakukan penyisiran darat hingga 10 kilometer dari titik awal kejadian.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Azril Arjun Rafif (9), warga Desa Banteran, Kecamatan Wangon, pergi memancing bersama temannya, Rekhan, di Sungai Tajum.
Setelah memancing, korban berenang di sungai. Rekannya memilih pulang dan melaporkan kepada keluarga korban. Saat keluarga melakukan pengecekan ke lokasi, korban tidak ditemukan. Di lokasi hanya ditemukan pakaian dan alat pancing milik korban. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa dan diteruskan ke USS Banyumas untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Koordinator Basarnas, Amin Riyanto, menyampaikan bahwa korban akhirnya ditemukan pada hari ketiga pencarian.
“Pada pukul 14.13 WIB Tim SAR Gabungan berhasil melihat survivor yang sudah terbawa arus ke Sungai Serayu, kemudian Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap survivor 20,5 km dari LKP pada koordinat 7°34’19.41″S 109°10’8.56″T dalam kondisi meninggal dunia. Survivor selanjutnya dievakuasi ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut,” tutup Amin Riyanto.
Dengan ditemukannya korban di aliran Sungai Serayu, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.