Sabtu, 8 Oktober 2022

Tradisi Takiran Jumadil Akhir, Ungkapan Rasa Syukur Khas Warga Kampung Gagot Banjarnegara

tradisi takiran warga Kampung Gagot Banjarnegara. Foto. maula

Takiran Jumadil Akhir yang dilakukan digelar warga Kampung Gagot, Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, merupakan satu budaya leluhur ungkapan rasa syukur masyarakat pada sang pencipta.


Banjarnegara, Serayunews.com

Tradisi Takiran (Nata Pikir) yang diadakan pada, Minggu (30/1/2022) atau 27 Jumadil Akhir ini, merupakan satu tradisi masyarakat Kampung Gagot, Desa Kutawuluh yang sudah dilakukan turun temurun.

Acara takiran ini, dimulai dengan kegiatan bersih kampung serta jalan desa hingga ke makam sesepuh dan berziarah ke makam Kyai Gagot yang masih berkaitan dengan babad tanah Jawa bersama Syekh Subakir.

“Di kampung kita ini ada makam Kyai Gagot, dan ini juga menjadi satu alasan kampung ini disebut Kampung Gagot,” kata Amrullah, tokoh pemuda setempat.

Tradisi diawali dengan bersih-bersih kampung dan ziarah, kemudian kaum ibu membawa takir berisikan makanan pokok. Takir tersebut kemudian digelar bersama di jalan kampung, untuk disantap bersama.

“Ini wujud ungkapan syukur atas rizki yang sudah diberikan, tidak hanya itu takiran ini juga dilakukan setiap tahun agar masyarakat mulai menata pikirannya dan bersiap menyambut bulan ramadan yang akan datang dua lagi,” katanya.

Tradisi takiran ini merupakan agenda rutin tahunan warga kampung, selain mempersiapkan bulan ramadan dan ungkapan rasa syukur. Takiran ini juga bisa menjadikan masyarakat Kampung Gagot, bisa saling mengenal dan bersilaturahmi dan menikmati hidangan yang berasal dari masyarakat juga.

“Jadi isi takir ini nasi bersama lauknya, dan semua akan dijajar di jalan. Setelah berdoa, kita makan bersama. Masyarakat juga saling bertukar takir untuk dimakan, sehingga persaudaraan yang ada akan semakin kuat,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini