
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin masif di wilayah Banyumas Raya. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto mencatat nilai transaksi QRIS mencapai Rp11,64 triliun hingga Juli 2026.
Capaian tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari transaksi tunai ke sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kepala KPwBI Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan nilai transaksi tersebut berasal dari 153.946.136 transaksi sepanjang Januari hingga Juli 2026.
“Perkembangan ini menandakan QRIS kian diminati dan sudah menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi harian masyarakat,” ujar Aswin dalam ajang Bincang BI Bersama Media di Purwokerto, Senin (24/8/2026).
Peningkatan transaksi QRIS di Banyumas Raya berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah pedagang atau merchant yang menggunakan layanan pembayaran digital tersebut.
Hingga Juli 2026, KPwBI Purwokerto mencatat 639.643 merchant di Banyumas Raya telah terintegrasi dengan ekosistem QRIS.
Aswin mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program aktivasi dan edukasi yang dilakukan KPwBI Purwokerto secara berkelanjutan.
Edukasi penggunaan QRIS tidak hanya menyasar pelaku UMKM. Bank Indonesia juga menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, komunitas wanita perbankan, santri, Pramuka, hingga peserta pasar murah.
KPwBI Purwokerto juga mendorong edukasi QRIS melalui kegiatan berskala besar. Salah satunya melalui Program QRIS Ramadan dan berbagai kegiatan olahraga.
Bahkan, salah satu gelaran lari yang digelar melibatkan lebih dari 6.000 peserta dan berhasil memecahkan Rekor MURI.
Strategi tersebut dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital sekaligus meningkatkan penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari.
Untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital lokal, KPwBI Purwokerto juga menggelar QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Kuliner 2026 pada 17–18 Juli 2026.
Program tersebut memadukan aktivasi QRIS dengan promosi sektor kuliner unggulan serta pemberdayaan generasi muda.
Tim terbaik dari ajang tersebut kemudian melanjutkan kompetisi dengan mewakili daerah ke tingkat wilayah.
Menurut Aswin, Bank Indonesia ingin QRIS tidak sekadar menjadi pilihan pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari perluasan akses masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.
“Kami berharap QRIS bukan sekadar alternatif pembayaran semata, melainkan sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang mudah, aman, dan inklusif,” pungkas Aswin.
Dengan nilai transaksi mencapai Rp11,64 triliun dan jumlah merchant menembus 639 ribu, penggunaan QRIS di Banyumas Raya menunjukkan perkembangan signifikan. Tren tersebut sekaligus memperkuat pergeseran pola transaksi masyarakat menuju ekosistem ekonomi yang semakin digital.