
SERAYUNEWS-Wilayah Kecamatan Sigaluh Banjarnegara merupakan satu daerah penghasil durian terbaik dengan veritas unggulan, namun ada yang berbeda pada satu pohon durian usia lebih dari 100 tahun yang ada di Dusun Siweru, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.
Dengan sistem Top Working, satu pohon durian yang ada di wilayah tersebut menghasilkan bermacam varian durian unggulan. Bahkan, satu pohon durian yang dinamai sebagai Durian Jamaah ini mampu menghasilkan 15 varian durian unggulan yang berbeda.
Di antaranya varian musang king, duri hitam, bawor, mimang, montong cani, kamun, jabrik, sambeng, dan jenis durian unggulan lain-lain.
Triono, petani duren Dusun Siweru, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh mengatakan, sistem top working pada pohon Durian Jamaah ini dilakukan sejak 2011. Awalnya, dia bersama komunitas Rupa Durian (asosiasi petani durian se Kabupaten Banjarnegara) melihat produksi durian lokal masih rendah.
Dari situ, dia berpikir untuk melakukan renovasi dengan sistem top working. Tentu saja, saat melakukan top working dirinya memilih pohon yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Adapun jenis varietas unggul seperti musan king, duri hitam, mimang, dan lainnya.
“Sebelumnya salam satu musim satu pohon ini hanya menghasilkan sekitar Rp 2 juta, tetapi dengan sistem top working hingga menghasilkan 15 varian durian unggul, satu musim untuk pohon Durian Jamaah ini bisa menghasilkan hingga Rp 150 juta lebih,” katanya.
Menurutnya, sistem top working pada pohon durian memang membutuhkan perawatan lebih, khususnya dalam tiga tahun pertama usai penyambungan tunas dengan sistem top working. “Ada jeda hingga 3 tahun untuk dapat produksi, termasuk perawatan saat munculnya tunas baru di tiga bulan awal proses top working,” katanya.
Namun, untuk saat ini, produktifitas Durian Jamaah ini mampu menghasilkan lebih dari 600 buah sekali musim dengan 15 varian durian unggul yang tentunya memiliki harga jual buah yang cukup tinggi.
Dikatakannya, saat ini di Dukuh Siweru ada lebih dari 5 ribu pohon yang direkayasa dengan sistem top working, namun baru satu pohon ini yang bisa menghasilkan 15 veritas durian unggul.
“Kalau saat ini sudah sebagian besar durian di wilayah ini sudah top working, namun rata-rata satu pohon hanya 2 sampai 5 varian. Untuk yang mampu menghasilkan 15 varian baru satu pohon ini,” katanya.
Sistem top working ini dilakukan dengan cara batang pohon di atas disambung dengan pohon durian dengan kualitas unggul. Hasilnya tidak harus menunggu lama, sekitar tiga tahun sudah berbuah.
Model inovasi pohon durian dengan cara top working ini terbukti ampuh meningkatkan ekonomi para petani durian. “Dulu durian di sini tidak begitu bagus, tetapi sekarang sudah kualitas unggul,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana mengatakan, pohon Durian Jamaah ini memiliki keistimewaan yang luar biasa, dengan satu pohon yang bisa menghasilkan 15 varian durian unggul.
“Sistem ini harus terus dikembangkan, terlebih Banjarnegara merupakan satu kabupaten yang memiliki banyak varian durian. Tentu saja ini bisa menjadi ikon bagi Banjarnegara,” katanya.
Dia juga berharap, model ini dapat terus dikembangkan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani durian. “Ini unik, satu pohon bisa menghasilkan rasa dan tekstur yang beragam, termasuk warna buahnya,” ujarnya.