
SERAYUNEWS – Langkah efisiensi anggaran mulai digalakkan secara serius oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Ia kini mengambil tindakan tegas untuk membatasi kebiasaan perjalanan dinas yang selama ini dianggap membebani keuangan daerah.
Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah pengurangan drastis jumlah personel dalam setiap kunjungan kerja. Jika sebelumnya rombongan dinas bisa mencapai puluhan orang, kini Sadewo membatasinya maksimal hanya empat orang yang memiliki kepentingan langsung.
Bupati menegaskan bahwa optimalisasi keuangan daerah melalui efisiensi anggaran kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Banyumas. Meski begitu, ia memilih cara-cara yang realistis dibandingkan menerapkan kebijakan yang terlalu kontras.
“Saya memang tidak membuat kebijakan supaya berangkat kerja dengan naik sepeda atau work from home maupun work from anywhere, saya lihat situasi saja. Tapi yang jelas efisiensi itu kita lakukan,” kata Sadewo, Senin (30/3/2026).
Penerapan penghematan ini menyasar berbagai aspek teknis perjalanan dinas, terutama pada biaya akomodasi dan jumlah sumber daya manusia yang terlibat.
Sadewo menginstruksikan agar pemilihan hotel tidak selalu terpaku pada tarif tinggi.
“Kalau ke Semarang, tidak harus di hotel yang itu saja. Dari yang misalnya Rp1,6 juta per hari, bisa kita cari yang Rp1 juta. Itu efisiensi,” jelasnya.
Setiap rencana perjalanan ke luar kota, seperti Jakarta, akan dipantau langsung melalui catatan disposisi untuk memastikan hanya pihak terkait yang berangkat.
“Kalau ke Jakarta, saya selalu tambahkan dalam disposisi, cukup berangkat untuk yang terkait saja. Tidak bisa berombongan sampai 20 orang, cukup empat orang saja,” kata dia.
Menurut Sadewo, terkait wacana bekerja dari rumah atau dari mana saja (WFH/WFA), Pemkab Banyumas belum merasa perlu menerapkannya. Hal ini didasari oleh kondisi geografis wilayah Banyumas yang aksesibilitasnya masih sangat terjangkau.
“Sampai hari ini belum. Mudah-mudahan tidak usah, lagian jangkauannya di Banyumas kan dekat, tidak seperti di Jakarta,” ujarnya.
Sadewo berharap langkah ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Banyumas. Ia ingin setiap rupiah anggaran benar-benar dialokasikan untuk program yang menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung.