
Banjarnegara, Serayunews.com
Aksi kekecewaan mereka dituangkan dengan pemasangan spanduk bertuliskan mosi tidak percaya atas perilaku kepala desa yang tertangkap dalam kamar hotel oleh jajaran Satpol PP Banjarnegara. Untuk itu, warga meminta pemerintah segera melakukan proses dan kepala desa mundur dari jabatannya.
Spanduk betuliskan ‘Mosi tidak percaya atas perilaku tindak asusila kepala desa Lengkong’ ini terpasang di beberapa sudut strategis di desa tersebut. Tidak hanya itu, spanduk yang mengatasnamakan Ampera ini juga menyebutkan kepala desa harus mundur.
Sejumlah warga yang ditemui Serayunews.com membenarkan jika spanduk tersebut dipasang oleh warga sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepala desa. Mereka juga berharap yang bersangkutan mundur dari jabatannya karena telah mencoreng nama baik Desa Lengkong.
“Jujur kami sangat kecewa dengan tindakan kepala desa, apalagi Desa Lengkong banyak tokoh agama dan ulama, kami jelas sangat malu dengan tindakan pemimpin di desa kami. Ini bukan masalah suka atau tidak suka, tetapi ini karena martabat desa kami,” kata Sartono Jaya warga setempat.
Menurutnya, sebagai mantan pendukung dan tim sukses kepala desa terpilih, dia merasa malu dan memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Sehingga, tindakan yang telah dilakukan kepala desa ini sudah sangat mencoreng warga, apalagi kepala desa merupakan tokoh panutan bagi masyarakat.
“Jelas kami sangat sangat kecewa, namun kami masih menunggu proses dugaan tindakan asusila oleh kepala desa ini yang sedang dijalani oleh pemerintah daerah, bagi kami sebaiknya kepala desa mundur saja, karena warga sudah pada kecewa. Bisa jadi, kalau ini dibiarkan, maka akan ada aksi masa yang menuntut kepala desa mundur,” ujarnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, jajaran Satpol PP Banjarnegara menggelar razia di sejumlah hotel dan penginapan di Banjarnegara. Hasilnya 17 orang diamankan dalam kamar hotel, satu di antara yang terjaring adalah oknum kades yang kedapatan berduaan dengan pasangan tidak resmi.