
SERAYUNEWS– Masyarakat di wilayah Kabupaten Wonosobo diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir.
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang dan petir selama kurang lebih empat jam pada Jumat (10/4/2026) lalu memicu berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah.
Data dari BPBD Wonosobo hingga pukul 17.00 WIB mencatat sedikitnya 20 rumah warga mengalami kerusakan, serta beberapa titik longsor dan gangguan akses jalan.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian serius masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Kecamatan Garung menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di Desa Tegalsari, kerusakan terjadi di dua dusun, yakni Siwadas dan Tegalsari.
Sebanyak 8 rumah terdampak di Dusun Siwadas dan 12 rumah di Dusun Tegalsari, sehingga total mencapai 20 rumah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang.
Petugas masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi. Namun, kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik membuat proses penanganan dilakukan secara bertahap.
Selain Garung, bencana juga terjadi di Kecamatan Watumalang dan Kepil. Di Desa Bumiroso, longsor dan rumpun bambu tumbang sempat menutup akses jalan dan saluran irigasi, meski kini telah berhasil ditangani.
Sementara di Desa Lumajang, angin kencang menyebabkan satu rumah warga terdampak dan masih dalam proses penanganan.
Di Kecamatan Kepil, longsor di Desa Ropoh sempat memutus akses antar dusun sebelum akhirnya berhasil dibuka kembali oleh tim gabungan.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun pengungsian dalam kejadian ini. Meski demikian, potensi risiko masih tinggi mengingat kondisi cuaca yang belum stabil.
“Meski tidak ada korban, masyarakat tetap harus waspada. Potensi hujan lebat disertai angin kencang masih bisa terjadi,” ujar Sabarno.
BPBD Wonosobo mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem, di antaranya:
– Menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras
– Waspada terhadap potensi longsor di wilayah perbukitan
– Memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan aman
– Segera melaporkan kejadian darurat ke pihak berwenang
– Membatasi aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem berlangsung
Selain itu, warga diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari BPBD dan pemerintah daerah.
Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta pemerintah setempat terus melakukan penanganan di berbagai titik terdampak.
Rapid assessment yang dilakukan hingga sore hari menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk distribusi bantuan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak.
Cuaca ekstrem yang melanda Wonosobo menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Perubahan cuaca yang cepat dan intensitas hujan tinggi dapat memicu berbagai risiko, mulai dari longsor hingga kerusakan bangunan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan, dampak bencana dapat diminimalisir.