
SERAYUNEWS – Masyarakat umumnya menganggap makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari selalu aman dan menyehatkan.
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sebagian produk pangan justru berpotensi mengandung mikroplastik yang tidak kasat mata.
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari degradasi plastik berukuran besar atau dari produk sintetis.
Partikel ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman, dan udara, serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Plastik tersusun dari polimer dan berbagai bahan aditif kimia. Dalam kondisi tertentu, terutama saat terpapar panas atau proses produksi, zat-zat tersebut dapat terlepas dan mencemari lingkungan maupun bahan pangan.
Lalu, apa saja makanan dan minuman yang paling rentan terkontaminasi mikroplastik? Berikut ulasan lengkapnya.
Beberapa kantong teh celup diketahui mengandung plastik, terutama yang menggunakan bahan polipropilena. Bahkan, kantong teh berbahan kertas pun kerap memiliki lapisan plastik pada bagian perekatnya.
Kondisi ini menyebabkan kantong teh tidak sepenuhnya terurai saat diseduh dan berpotensi melepaskan partikel mikroplastik ke dalam minuman.
Untuk mengurangi paparan, konsumen disarankan memilih teh seduh tanpa kantong atau menggunakan saringan teh berbahan logam atau stainless steel.
Mikroplastik tidak hanya ditemukan pada sayuran, tetapi juga pada buah-buahan seperti apel dan pir. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pir dapat mengandung hingga ratusan ribu partikel mikroplastik per gram.
Kontaminasi ini diduga berasal dari air dan tanah yang tercemar, yang kemudian diserap melalui sistem akar dan jaringan pembuluh tanaman.
Pohon buah dengan sistem perakaran yang luas memungkinkan akumulasi partikel plastik dalam jumlah lebih besar.
Studi internasional menemukan bahwa sekitar 90 persen lebih produk garam di dunia, baik garam laut maupun garam tambang, mengandung mikroplastik. Partikel tersebut diduga masuk selama proses produksi, pengeringan, dan pengemasan.
Temuan ini menunjukkan bahwa bahan pangan dasar yang digunakan setiap hari pun tidak sepenuhnya terbebas dari kontaminasi lingkungan.
Berbagai jenis sayuran seperti wortel, kentang, lobak, selada, dan brokoli juga dilaporkan mengandung mikroplastik.
Partikel ini masuk melalui air irigasi dan tanah, kemudian diserap oleh akar dan terdistribusi ke jaringan tanaman yang dikonsumsi.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa pencemaran plastik tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga telah merambah ekosistem pertanian darat.
Sejumlah penelitian menemukan mikroplastik dalam makanan kaleng, makanan beku, dan produk siap saji. Sumbernya diduga berasal dari lapisan kemasan plastik, pelapis kaleng, serta proses pemanasan.
Beberapa bahan kimia dari kemasan berpotensi meningkatkan risiko gangguan hormon, obesitas, hingga penyakit kronis jika terpapar dalam jangka panjang. Karena itu, konsumsi makanan segar dan minim olahan dinilai lebih aman.
Mikroplastik juga dapat terlepas dari kemasan plastik, terutama saat dipanaskan. Untuk menekan risiko, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Kesadaran terhadap sumber mikroplastik menjadi langkah awal untuk melindungi kesehatan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.