
SERAYUNEWS – Program mudik dan balik gratis kembali menjadi primadona warga Banyumas dan sekitarnya.
Tingginya minat masyarakat membuat kuota cepat habis, sekaligus menegaskan program ini sebagai solusi perjalanan yang hemat, aman, dan nyaman.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan sebanyak 1.040 pemudik diberangkatkan dari Terminal Bulupitu dalam program tahun ini.
“Alhamdulillah hari ini diberangkatkan dari Terminal Bulupitu. Ada beberapa kabupaten lain juga yang ikut serta,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (28/3/2026).
Untuk Banyumas, disiapkan enam armada bus yang terdiri dari dua bus milik Pemkab Banyumas dan empat bus dari program CSR.
Rinciannya, dua bus dari PDAM, satu bus dari Bank Jateng, dan satu bus dari Baznas.
Secara keseluruhan, terdapat 21 bus yang diberangkatkan dari Terminal Bulupitu. Armada tersebut berasal dari berbagai daerah, yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sadewo mengakui tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Bahkan, banyak warga berharap mudik gratis bisa lebih sering digelar.
“Tadi bahkan ada yang bilang pengennya mudik itu setahun bisa 12 kali, anggarannya tidak ada,” katanya sembari tersenyum.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas.
“Selain gratis, ini juga membuat perjalanan lebih aman dan nyaman serta bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan,” ujarnya.
Salah satu peserta, Fifi (35), warga Ajibarang, mengaku program ini sangat membantu dirinya dan keluarga. Ia berangkat menuju Tangerang bersama suami dan dua anaknya.
“Setiap tahun ikut mudik gratis, sangat membantu. Jadi bisa hemat biaya, apalagi mudik dan balik tanpa keluar uang. Lebih aman juga karena tidak perlu naik motor,” ujarnya.
Fifi bahkan mengaku telah mengikuti berbagai program mudik gratis dari BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta hingga Polri.
Hal serupa disampaikan Mardiyati, warga Purbalingga, yang juga rutin mengikuti program ini.
“Fasilitasnya bagus tiap tahun, tapi peminatnya banyak sekali. Banyak yang belum kebagian karena kuota terbatas. Harapannya armada bisa ditambah,” katanya yang akan berangkat menuju Bekasi.