
SERAYUNEWS — Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 77 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Senin (4/5/2026), di Pendopo Si Panji.
Rotasi jabatan ini menjadi langkah strategis untuk menyegarkan organisasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) agar lebih adaptif dan inovatif.
Dari total pejabat yang dilantik, terdiri atas 2 Pejabat Tinggi Pratama dan 75 Pejabat Fungsional, termasuk tenaga kesehatan.
Kepala BKPSDM Banyumas, Eko Prijanto, menjelaskan dua jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Widodo Sugiri sebagai Kepala Dinas Pendidikan serta Sumardi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum.
Dalam sambutannya, Bupati Sadewo menegaskan pentingnya perubahan pola kerja di lingkungan birokrasi.
“Saya tidak ingin ada pola kerja yang stagnan. Saya ingin setiap pejabat yang dilantik hari ini benar-benar hadir dengan semangat baru, cara kerja baru, dan komitmen baru untuk memberikan yang terbaik,” kata Sadewo.
Ia menilai rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi organisasi untuk menjawab tantangan zaman.
“Hari ini, kita tidak bisa lagi memaknai proses tersebut hanya dari sudut pandang formalitas organisasi. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memastikan bahwa organisasi mampu bergerak lebih adaptif dalam menjawab berbagai tantangan,” katanya.
Sadewo berharap pelantikan ini menjadi momentum penguatan kapasitas organisasi, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan publik.
Ia menekankan agar para pejabat mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
“Bangun ritme kerja yang efektif, pastikan setiap kebijakan yang diambil berbasis pada kebutuhan nyata, serta dorong terciptanya inovasi yang tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga berdampak secara langsung,” katanya.
Kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, Sadewo meminta agar mampu menjadi motor penggerak di unit kerja masing-masing.
Sementara itu, pejabat fungsional, khususnya tenaga kesehatan, diminta tetap menjaga profesionalisme dan sisi humanis dalam pelayanan.
Sadewo mengungkapkan, Pemkab Banyumas saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari dinamika regulasi, efisiensi anggaran, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat.
“Di sisi lain, pola kerja birokrasi juga terus mengalami perubahan, dengan pemanfaatan teknologi dan pendekatan kerja yang lebih fleksibel, yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan hasil yang terukur,” kata dia.
Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat birokrasi yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada hasil.
Dengan semangat baru, ASN Banyumas dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.