
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan, di wilayah Kecamatan Ajibarang dan Cilongok, Rabu (2/9/2026). Penyaluran bantuan ini dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 pada Rabu (2/9/2026). Setiap desa menerima dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Penyaluran air bersih dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Purwokerto, Slamet Jaka Mulyana, S.H., M.H., sebagai puncak dari rangkaian kegiatan harlah yang juga diisi aksi donor darah, ziarah Taman Makam Pahlawan, upacara, hingga tasyakuran.
“Harapan kami bahwa sumbangsih kecil kami itu bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih,” kata Slamet.
Slamet menegaskan bahwa peran institusi kejaksaan tidak terbatas pada ranah pidana, tetapi juga mencakup kepekaan dan empati sosial terhadap persoalan warga.
“Memang kami sebagai penegak hukum bukan cuma penanganan perkara pidana, tapi kami juga punya rasa empati untuk kemanusiaan. Bagaimana kita peka terhadap apa yang dialami masyarakat,” katanya.
Ia berharap pasokan air tersebut dapat sedikit meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air harian di tengah kemarau.
Krisis air bersih menjadi fenomena tahunan di Banyumas. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Adjis, mengungkapkan bahwa penanganan kekeringan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan telah berjalan selama dua bulan terakhir.
“Salah satu komponen yang kita laksanakan adalah dropping air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan,” ujar Abdul.
BPBD menyalurkan sekitar 30 ribu liter air bersih setiap hari. Untuk daerah dengan krisis parah, alokasi bantuan mencapai 5.000 hingga 10.000 liter per desa dalam sekali distribusi. Sebagai gambaran, pada musim kemarau 2025 lalu, tercatat sebanyak 81 desa di Banyumas terdampak kekeringan.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan setiap 2 September didasarkan pada Keputusan Jaksa Agung Nomor 196 Tahun 2023. Momen ini menandai pelantikan Mr. Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama oleh Presiden Soekarno pada 2 September 1945.
Peringatan ini berbeda dari Hari Bhakti Adhyaksa (22 Juli) yang memperingati pemisahan Kejaksaan dari Departemen Kehakiman pada tahun 1960.
Melalui aksi nyata di Harlah ke-81, Kejari Purwokerto memperkuat kepercayaan publik dengan membuktikan bahwa aparat penegak hukum hadir langsung di tengah persoalan sosial masyarakat.