
SERAYUNEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat 34 kejadian bencana terjadi selama April 2026. Dari total tersebut, cuaca ekstrem menjadi peristiwa paling dominan dan tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, menyampaikan data tersebut berdasarkan laporan Pusdalops BPBD periode 1–30 April 2026.
“Cuaca ekstrem masih menjadi ancaman utama selama April. Beberapa wilayah mengalami pohon tumbang, kerusakan rumah hingga longsor akibat intensitas hujan yang cukup tinggi,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Kejadian bencana melanda 12 kecamatan dan 29 desa, di antaranya:
Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Cipari, Sidareja, Kedungreja, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, hingga wilayah perkotaan Cilacap.
Sebaran ini menunjukkan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kehidupan warga. Total 206 jiwa dari 66 kepala keluarga terdampak.
Sebanyak 20 jiwa dari 8 kepala keluarga sempat mengungsi demi keselamatan.
89 Rumah Rusak, Termasuk 4 Roboh
BPBD mencatat 89 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian:
Selain itu, sejumlah fasilitas juga terdampak, meliputi:
Total kerugian akibat seluruh kejadian bencana selama April 2026 diperkirakan mencapai Rp617,5 juta.
Selain kerusakan material, BPBD juga mencatat tiga korban meninggal dunia di wilayah Kecamatan Wanareja dalam kategori kejadian lainnya.
Melihat tingginya potensi bencana, BPBD Cilacap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor, banjir, dan kawasan dengan pohon besar.
Warga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas BPBD jika terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat.