
SERAYUNEWS– Sebanyak 569 calon jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga siap terbang ke tanah suci. Mereka terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Masing-masing kloter 68 dan 69 dan akan berangkat melalui Bandara Adi Soemarmo (Embarkasi Solo) pada 14 Mei dan 15 Mei 2026.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif saat pelepasan jemaah haji, di Pendopo Dipokusumo, Rabu (22/4) menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk memberikan pendampingan penuh kepada para jemaah, mulai dari keberangkatan ke Asrama Haji Donohudan, perjalanan ke Tanah Suci, hingga kepulangan ke Indonesia.
“Pemkab Purbalingga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi jemaah, mulai dari transportasi bus, pengangkutan koper dan air zamzam, layanan kesehatan, hingga pemberian seragam dan paket bekal,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Fahmi yang telah menunaikan ibadah haji pada 2023 juga memberikan sejumlah pesan penting kepada para calon jemaah. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mengingat perjalanan panjang serta perbedaan cuaca di Arab Saudi.
“Menjaga kesehatan dari berangkat sampai pulang itu sangat penting,” kata dia.
Selain itu, jemaah diimbau memanfaatkan masa adaptasi di Mekkah dengan baik serta fokus untuk memperbanyak melakukan ibadah selama di Tanah Suci. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan saling tolong-menolong antarjemaah, mengingat keterbatasan jumlah petugas.“Jemaah harus saling membantu. Karena jumlah jemaah banyak, sementara petugas hanya belasan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Fahmi mendoakan seluruh jemaah agar diberi kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah. Ia juga menitipkan doa agar Kabupaten Purbalingga semakin maju dan masyarakatnya sejahtera.
Sementara itu, Asisten Sekda Purbalingga, Suroto, dalam laporannya menyampaikan bahwa komposisi jemaah cukup beragam. Sebanyak 215 jemaah berusia di atas 65 tahun, sementara 354 lainnya di bawah usia tersebut.
Jemaah termuda tercatat berusia 17 tahun atas nama Aulia Kumara Danti dari Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang. Sedangkan jemaah tertua berusia 84 tahun atas nama Siti Sopiyah dari Desa Darma, Kecamatan Kertanegara