Jumat, 2 Desember 2022

Ada 51 Korban Kecelakaan Lalu lintas di Banjarnegara Meninggal Dunia

Salah satu kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara(Maula)

Selama tahun 2021, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Banjarnegara sebanyak 433 kasus kecelakaan, dari jumlah tersebut, 51 korban meninggal dunia, sementara 5 orang luka berat, dan 533 korban luka ringan.


Banjarnegara, Serayunews.com

Jumlah kasus kecelakaan tersebut mengacu pada data lantas sejak Januari hingga awal Desember 2021. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 33 persen.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto melalui Kasatlantas AKP Erwin Chan Siregar mengatakan, jumlah korban kecelakaan tahun 2020 sebanyak 77 orang, sementara tahun 2021 ini per awal Desember baru 51 orang meninggal dunia karena kecelakaan.

“Untuk korban fatalitas kita memang menurun, hal ini tidak lepas dari upaya kerjasama yang dilakukan Polres Banjarnegara dengan instansi terkait seperti pemerintah, TNI, rumah sakit, dan masyarakat, sehingga penanganan kecelakaan lalu lintas dapat ditangani dengan baik dan mengurangi fatalitas korban kecelakaan,” katanya.

Menurutnya, banyak penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, mulai dari kelalaian pengendara, pengendara yang tidak tertib, melawan arus, kurangnya konsentrasi pengemudi, dan lainnya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kasus kecelakaan tunggal dan fatal.

“Upaya kami adalah bersinergi dengan pemerintah dan instansi terkait, termasuk melakukan bimbingan penyuluhan penanganan kecelakaan lalu lintas pada masyarakat yang ada di daerah rawan. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya fatalitas korban karena kesalahan dalam penanganan,” ujarnya

Selain itu, Polres Banjarnegara juga membuat pita kejut pada sejumlah titik jalan utama sebagai upaya untuk mengingatkan kembali konsentrasi dan mengurangi kecepatan pengendara saat berada di pita kejut. Sehingga pengendara bisa kembali fokus dalam berkendaraan.

Tidak hanya itu, upaya sosialisasi dan pemasangan banner imbauan juga dilakukan pada beberapa titik daerah rawan, termasuk melakukan evaluasi internal sebagai dasar sosialisasi dan pencegahan terjadinya kasus kecalakaan di Banjarnegara.

Tak cukup sampai di situ, kerjasama dengan tenaga medis, melalui program quick respond penanganan korban kecelakaan, juga bagian dari upaya menekan angka fatalitas korban kecelakaan. Saat terjadi kecelakaan, penanganan korban dilakukan oleh petugs medis. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi angka fatalitas korban kecelakaan.

“Kita juga melakukan pemasangan CCTV di sejumah jalur utama, termasuk di polsek-polsek yang ada di jalur utama yang langsung terintegrasi dengan komcenter Polres Banjarnegara, sehingga peristiwa yang terjadi sudah terrecord dan bisa dianalisis penyebab kecelakaan, termasuk upaya pencegahan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini