
SERAYUNEWS — Komitmen keselamatan perjalanan kereta api terus diperkuat PT Kereta Api Indonesia melalui wilayah operasional KAI Daop 5 Purwokerto.
Dalam kurun waktu hampir satu dekade, sejak 2017 hingga April 2026, sebanyak 184 perlintasan liar berhasil ditutup guna menekan risiko kecelakaan di jalur sebidang.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menegaskan bahwa perlintasan liar menjadi salah satu faktor utama meningkatnya potensi kecelakaan karena tidak memiliki sistem pengamanan memadai.
“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko. Untuk lokasi yang belum sesuai ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah, termasuk opsi penutupan demi menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Saat ini, di wilayah Daop 5 Purwokerto terdapat 196 perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 perlintasan masih tidak terjaga dan memerlukan perhatian serius.
KAI bersama pemerintah terus melakukan penataan sebagai langkah strategis menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib.
Penutupan perlintasan liar bukan sekadar pembatasan akses, melainkan upaya mengarahkan masyarakat agar menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi sistem keselamatan.
“Penutupan ini bertujuan mengarahkan masyarakat untuk menggunakan perlintasan resmi yang lebih aman, sekaligus menekan potensi kecelakaan,” ujar dia.
KAI menekankan bahwa keselamatan di perlintasan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga perilaku pengguna jalan.
Kebiasaan sederhana seperti berhenti, melihat kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas menjadi faktor krusial.
“Kereta api tidak bisa berhenti mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh karena itu, disiplin masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan,” katanya.
KAI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban di perlintasan sebidang.
“Setiap risiko di perlintasan dapat berdampak luas. Karena itu, menjaga keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.