Rabu, 5 Oktober 2022

Aksi Panggung Godbless Memukau Ratusan Penggemarnya di Purwokerto

Aksi panggung Godbless memukau penggemarnya yang memadati di Nicetime Cafe Purwokerto, Kamis (15/9/2022) malam. (Joko Santoso)

Grup rock legendaris Godbless tampil memukau di hadapan sekitar 500 orang penggemarnya yang memadati Nicetime Cafe, Purwokerto, Kamis (15/9/2022) malam. Lagu-lagu berirama cadas dengan balutan lirik berisi kritik sosial menjadi pengobat rindu para penggemarnya yang tumpah ruah malam itu.


Purwokerto, serayunews.com

Manggung tanpa bassis Donny Fattah yang sedang sakit, grup berusia 49 tahun tersebut tetap terlihat elegan dan berwibawa. Ahmad Albar (vocal), Ian Antono (lead guitar), Abadi Soesman (kibor) dan Fajar Satritama (drum) benar-benar menunjukkan performanya yang optimal. Sebagai pengganti Donny Fattah, Godbless menghadirkan aditional player Arya Setyadi.

Godbless memainkan 11 lagu dengan rancak di depan penonton yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas. Maklum grup yang mulai meniti karier di tahun 1973, meroket di sekitar tahun 1990 an. Tak heran apabila saat ini para pemujanya sudah berusia antara 40 tahun ke atas.

Awalnya lagu Bla Bla Bla, Ahmad Albar dengan vokal khasnya menyapa penonton. Selanjutnya lagu Kehidupan dan Menjilat Matahari membuat penonton tak sempat bernafas panjang. Mereka hanyut dalam koor dan ikut menyanyikan lagu tersebut. “Kujilati matahari, kuciumi matahari,” seru penonton berbarengan dari bawah panggung.

Setelah jeda sejenak, lagu Menanti Kejujuran yang pernah populer oleh grup Gong 2000 yang juga digawangi sebagian personel Godbless dimainkan. Lantas lagu Serigala Jalanan membuat penonton kembali berjingkrak.

Mengatur ritme, dua lagu berirama slow dinyanyikan dengan syahdu, masing-masing Syair Kehidupan dan Panggung Sandiawara. Penonton kian terhanyut ketika vokal ciamik Iye-sapaan Ahmad Albar melantunkan Rumah Kita.

“Lebih baik di sini rumah kita sendiri, segala nikmat dan anugerah yang kuasa, semua ada di sini,” penontonpun ikut bernyanyi.

Selingan

Memberikan kesempatan para personelnya untuk beristirahat, penonton yang masih haus akan aksi panggung Godbless dapat suguhan permainan solo drum Fajar Satritama. Mantan penggebuk bedug Ingris grup Edane memang tampil luar biasa. Aksi solo drumnya yang berpadu dengan cabikan bas Arya membuat penonton termangu.

Tiga lagu terakhir berirama rancak lantas dimainkan lagi. Masing-masing Musisi, Bis Kota dan Semut Hitam. Penonton kian histeris dan larut. Seharusnya satu lagu lagi yaitu Trauma yang dari album Kehidupan hendak jadi lagu penutup. Namun nampaknya personel Godbles sudah kelelahan, hingga lagu Semut Hitam yang menjadi penutup penampilan.

Di sela-sela memainkan lagu mereka, Godbless menyelipkan rasa nasionalisme saat mengawali penampilan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Di sela-sela lagu Musisi mereka juga memainkan lagu Bangun Pemuda Pemudi. Aksi panggung mereka malam itu memang benar-benar memukau.

Berita Terpopuler

Berita Terkini