
SERAYUNEWS- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah secara resmi merilis Aplikasi Dapodik versi 2026.b sebagai bagian dari agenda pemutakhiran data pendidikan nasional.
Kehadiran versi terbaru ini dinilai sangat penting karena menjadi acuan utama dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan menengah, diwajibkan beralih menggunakan aplikasi ini agar proses pendataan berjalan optimal, akurat, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah menegaskan bahwa Aplikasi Dapodik 2026.b tidak tersedia dalam bentuk pembaruan otomatis, sehingga sekolah harus melakukan uninstall versi lama sebelum memasang aplikasi terbaru.
Langkah ini bertujuan mencegah gangguan sistem, kesalahan sinkronisasi, hingga potensi ketidaksesuaian data yang dapat berdampak pada berbagai program pendidikan.
Dengan penggunaan versi terbaru, pemerintah berharap kualitas data sekolah semakin meningkat dan mampu mendukung perencanaan kebijakan pendidikan secara lebih tepat dan berkelanjutan.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Peluncuran Aplikasi Dapodik versi 2026.b menandai langkah serius pemerintah dalam meningkatkan kualitas data pendidikan nasional.
Rilis ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan penyesuaian sistem besar yang berdampak langsung pada pendataan peserta didik, tenaga pendidik, hingga sarana dan prasarana sekolah di seluruh Indonesia.
Aplikasi ini dirilis sebagai tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Nomor 0253/C/TI.03.00/2026 tentang pemutakhiran Data Pokok Pendidikan semester genap.
Melalui kebijakan ini, pemerintah menegaskan bahwa akurasi data menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan pendidikan.
Salah satu poin penting yang wajib diperhatikan satuan pendidikan adalah mekanisme instalasi.
Aplikasi Dapodik 2026.b dirilis dalam bentuk installer penuh, bukan pembaruan otomatis. Artinya, operator sekolah harus menghapus atau uninstall versi lama sebelum melakukan pemasangan aplikasi terbaru.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah benturan sistem, error aplikasi, hingga potensi kehilangan data saat proses sinkronisasi. Pemerintah mengimbau agar proses uninstall dan instalasi dilakukan dengan cermat sesuai panduan resmi.
Dapodik 2026.b membawa sejumlah pembaruan strategis, khususnya pada pendataan infrastruktur dasar satuan pendidikan. Kini, data listrik dan layanan internet menjadi elemen wajib yang harus diisi.
Pemerintah bahkan menambahkan komponen isian baru serta memperketat validasi agar data benar-benar mencerminkan kondisi riil sekolah.
Selain itu, tampilan Dashboard PAUD Holistik Integratif disesuaikan agar selaras dengan kebutuhan analisis Direktorat PAUD. Referensi buku juga diperbarui dan terintegrasi langsung dengan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia.
Berikut langkah praktis yang bisa Anda ikuti:
1. Buka situs resmi unduhan Dapodik:
Kunjungi halaman Unduhan Dapodik di https://dapo.kemendikdasmen.go.id/unduhan
2. Cari bagian Installer Aplikasi Dapodik
Gulir ke bawah sampai menemukan daftar installer untuk versi 2026.b.
3. Klik link download yang sesuai jenjang
Pilih installer sesuai kebutuhan (misalnya PAUD/SD/SMP/SMA/SLB/PKBM/SKB atau SMK).
4. Simpan file installer di komputer Anda
Setelah klik link, pilih Save atau Simpan saat prompt unduhan muncul.
5. Periksa ruang penyimpanan dan koneksi internet
Pastikan koneksi stabil dan ruang hard disk cukup sebelum proses download selesai.
1. Hanya unduh dari situs resmi (kemendikdasmen/go.id) untuk menghindari file palsu atau virus.
2. Uninstall versi lama terlebih dahulu sebelum memasang versi 2026.b agar tidak terjadi konflik sistem.
3. Gunakan browser yang stabil dan tekan Ctrl + F5 setelah instalasi untuk memastikan aplikasi terbarui.
Pembaruan lain yang cukup signifikan adalah penyesuaian aturan validasi bagi Sekolah Rakyat.
Sistem kini dirancang lebih adaptif agar mampu mengakomodasi karakteristik satuan pendidikan khusus. Sementara itu, tampilan dan klasifikasi buku nonteks juga disempurnakan agar memudahkan proses pendataan.
Pemerintah menetapkan tenggat waktu pemutakhiran data prasarana hingga 28 Februari 2026. Data tanah, bangunan, dan ruang harus diperbarui melalui Aplikasi Manajemen Satuan Pendidikan dan mendapatkan persetujuan dari dinas pendidikan setempat.
Keterlambatan pembaruan data berpotensi berdampak pada validitas sekolah di sistem nasional serta berpengaruh pada berbagai program bantuan pendidikan.
Dalam kebijakan terbaru ini, penambahan peserta didik baru untuk jenjang PAUD dan SD di Aplikasi Dapodik resmi ditutup.
Proses tersebut kini dialihkan sepenuhnya melalui Aplikasi Manajemen Satuan Pendidikan, sehingga operator sekolah perlu menyesuaikan alur kerja pendataan.
Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota memiliki peran penting dalam memastikan seluruh satuan pendidikan melakukan pemutakhiran Dapodik menggunakan versi 2026.b.
Selain melakukan verifikasi dan validasi, dinas juga bertanggung jawab memastikan sekolah aktif dan beroperasi secara nyata.
Sementara itu, kepala satuan pendidikan diwajibkan memastikan seluruh data telah diperbarui, tervalidasi, dan tersinkronisasi dengan benar sebelum batas waktu yang ditentukan.
Pemutakhiran Dapodik bukan sekadar kewajiban administratif. Data yang tidak akurat dapat berpengaruh langsung pada penyaluran dana bantuan operasional sekolah, perencanaan anggaran, hingga program strategis pendidikan nasional.
Oleh karena itu, pemerintah meminta seluruh satuan pendidikan segera melakukan instalasi Dapodik 2026.b dan menyelesaikan penginputan data sesuai kondisi sebenarnya.
Melalui rilis Dapodik versi 2026.b, pemerintah menegaskan komitmennya membangun sistem data pendidikan yang mutakhir, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai penutup, pemerintah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk tidak menunda proses instalasi dan pemutakhiran Aplikasi Dapodik versi 2026.b. Ketepatan dan kelengkapan data yang diinput melalui sistem ini menjadi faktor penting dalam menentukan validitas sekolah di tingkat nasional.
Data yang akurat tidak hanya berpengaruh pada administrasi, tetapi juga menjadi dasar dalam penyaluran bantuan pendidikan, perencanaan anggaran, serta pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah.
Dengan diterapkannya Dapodik 2026.b, diharapkan tercipta sistem pendataan pendidikan yang lebih tertib, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kolaborasi antara operator sekolah, kepala satuan pendidikan, dan dinas pendidikan menjadi kunci keberhasilan pembaruan ini.