
SERAYUNEWS- Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto bernama Aktif Anjani berpeluang lulus tanpa skripsi.
Mahasiswa angkatan 2022 itu berhasil memublikasikan artikel ilmiah di Jurnal Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah terakreditasi SINTA 2.
Artikel ilmiah tersebut terbit pada Volume 32 Nomor 1 April 2026 dan diumumkan pada Senin, 27 April 2026. Capaian ini sekaligus mempertegas efektivitas jalur publikasi ilmiah sebagai alternatif tugas akhir pengganti skripsi yang mulai didorong di lingkungan kampus.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan studi melalui skripsi konvensional, tetapi juga dapat menghasilkan karya akademik yang diakui secara nasional melalui publikasi jurnal bereputasi.
Aktif Anjani mengaku motivasinya menulis artikel ilmiah muncul dari rasa penasaran terhadap minimnya mahasiswa yang mengambil jalur publikasi jurnal sebagai tugas akhir.
“Waktu itu saya bertanya-tanya, kenapa jarang yang menulis artikel sebagai tugas akhir? Apakah sangat sulit? Akhirnya saya menantang diri untuk menulis artikel hingga terbit di jurnal SINTA 2 agar saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya tadi,” ujar Aktif.
Ia mulai menyusun artikel sejak Juni 2025 dengan pendampingan intensif dari dosen pembimbing. Dalam prosesnya, ia juga menghadapi tantangan dunia publikasi akademik, termasuk penolakan dari jurnal lain sebelum akhirnya diterima di jurnal terbitan UGM.
“Dalam proses, saya senang mendapatkan dosen pembimbing yang sangat membimbing dalam proses penulisan. Itu keberuntungan luar biasa. Namun sebelum terbit di UGM, artikel saya pernah ditolak oleh jurnal lain,” tambahnya.
Sekretaris Program Studi PMI sekaligus dosen pembimbing, Imam Alfi, menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan budaya akademik mahasiswa melalui publikasi ilmiah.
Menurutnya, jurnal ilmiah menjadi salah satu indikator penting kecendekiawanan mahasiswa di perguruan tinggi.
“Jurnal ilmiah merupakan indikator kecendekiawanan seseorang. Oleh karena itu, kampus memiliki komitmen kuat kepada para mahasiswa untuk mengembangkan diri di dunia perjurnalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Fakultas Dakwah UIN Saizu telah menyiapkan kebijakan yang mendukung mahasiswa menempuh jalur publikasi sebagai pengganti skripsi.
“Saya mendorong seluruh mahasiswa PMI untuk ikut berpartisipasi dalam jalur publikasi ini. Ada support system dari fakultas melalui kebijakan tugas akhir pengganti skripsi. Mari kita dukung dan semarakkan, karena ini peluang yang sangat potensial bagi mahasiswa PMI,” tegas Imam Alfi.
Artikel yang ditulis Aktif Anjani berjudul “Penerapan Program Budidaya Tanaman Melon sebagai Upaya Ketahanan Pangan di Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.”
Penelitian tersebut mengkaji implementasi program ketahanan pangan berbasis budidaya tanaman hortikultura sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program di masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan ekonomi menjadi faktor utama keberhasilan program budidaya melon di Desa Jingkang.
Meski demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala di lapangan, seperti minimnya pencatatan hasil panen serta kurangnya pelatihan bagi kelompok masyarakat.
Untuk meningkatkan efektivitas program, penelitian itu merekomendasikan penyusunan sistem pencatatan hasil panen yang lebih terstruktur, penyediaan teknologi pascapanen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan manajerial, serta penguatan koordinasi antarinstansi.
Keberhasilan menembus jurnal SINTA 2 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil jalur publikasi ilmiah sebagai alternatif penyelesaian tugas akhir.
Di akhir wawancara, Aktif Anjani membagikan pesan penyemangat bagi mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan kuliah.
“Saya berharap para rekan mahasiswa dimudahkan dalam menyelesaikan tugas akhir. Dan perlu diingat bahwa tugas akhir tidak menguji seberapa kita pintar, tetapi seberapa kita kuat dan bertahan untuk tidak menyerah,” tutupnya.