
SERAYUNEWS – Arus balik Lebaran di wilayah Ajibarang, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (26/03/2026) malam diwarnai kondisi mencekam.
Hujan lebat disertai angin kencang menerjang kawasan tersebut, namun ratusan pemudik roda dua tetap melanjutkan perjalanan.
Cuaca ekstrem yang terjadi sejak siang hingga sore hari menjadi tantangan serius bagi para pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Meski berisiko tinggi, banyak pemudik tetap memaksakan diri menembus hujan deras. Dengan perlengkapan seadanya, mereka berjibaku melawan terpaan angin dan air di sepanjang perjalanan.
Kondisi ini semakin berbahaya karena jarak pandang terbatas serta permukaan jalan yang licin, meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
Salah satu pemudik, Abdul Aziz, mengaku tidak memiliki pilihan selain tetap melanjutkan perjalanan.
“Mau tidak mau tetap jalan, karena kejar waktu kerja besok,” ujarnya.
Cuaca ekstrem turut menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama Ajibarang tersendat. Kepadatan kendaraan yang bertemu dengan kondisi jalan buruk memperbesar risiko kecelakaan.
Aparat dari Polresta Banyumas bersiaga di sejumlah titik rawan. Petugas tidak hanya mengatur arus lalu lintas, tetapi juga membantu pengendara yang mengalami kendala di lapangan.
Aiptu Jumanto mengimbau pengendara untuk mengutamakan keselamatan.
“Kami imbau pengendara untuk berhenti sejenak jika hujan terlalu deras, demi keselamatan,” kata Aiptu Jumanto.
Di tengah kondisi tersebut, sebagian pemudik memilih langkah lebih aman dengan menepi. Mereka berteduh di warung pinggir jalan maupun posko darurat hingga cuaca membaik.
Langkah ini dinilai lebih bijak untuk menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem.
Perjalanan arus balik yang semestinya lancar berubah menjadi ujian fisik melawan kondisi alam. Para pemudik diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima serta memantau perkembangan cuaca sebelum melanjutkan perjalanan.
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah cuaca yang tidak menentu.