
SERAYUNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memulai seleksi penerimaan murid baru. Gubernur Ahmad Luthfi meluncurkan program SPMB Jateng 2026 ini secara langsung. Peluncuran berlangsung di SMAN 1 Kemalang Kabupaten Klaten. Acara penting ini bergulir pada hari Selasa (19/5/2026). Kamu wajib mencatat aturan tegas dari gubernur kali ini.
Luthfi menjamin proses pendaftaran sekolah negeri berjalan sangat transparan. Ombudsman turut mengawasi seluruh tahapan SPMB Jateng 2026 ini. Panitia akan langsung menindak setiap bentuk pelanggaran aturan. Gubernur menolak keras segala bentuk praktik penitipan siswa.
Gubernur mencoret langsung peserta didik jalur titipan. Panitia penyelenggara harus menjunjung tinggi prinsip integritas. Mereka wajib bekerja secara objektif tanpa tindakan diskriminasi. Slogan anti titipan ini menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Sadimin memaparkan rincian kuota siswa. Panitia SPMB Jateng 2026 menyediakan 231.724 kursi murid baru. Angka ini setara dengan 6.442 rombongan belajar. Namun, daya tampung ini hanya mencakup 40,83 persen. Jumlah total lulusan sekolah menengah pertama mencapai 567.500 anak.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki solusi jitu mengatasi masalah ini. Mereka menggandeng 139 sekolah swasta melalui program kemitraan. Program ini menampung 5.004 anak dari keluarga miskin. Pemerintah provinsi menanggung seluruh biaya pendidikan mereka.
Sistem seleksi SPMB Jateng 2026 menggunakan sumber data pendidikan pokok. Panitia juga mengintegrasikan data kependudukan dari dinas terkait. Pemerintah daerah kini mengembangkan sistem informasi ini secara mandiri.
Sekolah tidak perlu lagi membayar iuran penyelenggaraan sistem. Jawa Tengah sukses meraih peringkat nasional terbaik pada tahun lalu. Sadimin berharap pelaksanaan tahun ini berjalan semakin lancar.