
SERAYUNEWS – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyumas ternyata menyimpan lebih dari sekadar upacara bendera. Di balik seremoni yang berlangsung khidmat, Pemerintah Kabupaten Banyumas justru menyiapkan sejumlah langkah besar yang mulai mencuri perhatian.
Upacara yang digelar di Halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (2/5/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Turut hadir Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, jajaran Forkompimda, serta perwakilan pelajar dan tenaga kependidikan.
Namun, yang menarik bukan hanya jalannya upacara. Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakannya, Sadewo mengungkap arah baru pendidikan yang tengah didorong pemerintah—yakni “pendidikan bermutu untuk semua”.
Konsep ini tak sekadar slogan. Pemerintah mulai mengintegrasikan empat pusat pendidikan sekaligus: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) pun didorong sebagai strategi utama meningkatkan kualitas pendidikan.
Salah satu langkah yang cukup mencuri perhatian adalah penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online untuk jenjang Sekolah Dasar. Tak main-main, Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang mulai menerapkan sistem ini pada tahun ajaran 2026/2027.
Program ini akan diuji coba di wilayah eks Kotip Purwokerto. Pemerintah daerah menilai, sistem online ini bisa mendorong proses seleksi yang lebih objektif, transparan, dan bebas diskriminasi.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Banyumas juga akan melakukan penandatanganan pakta integritas bersama seluruh pihak terkait.
Tak hanya bicara sistem, dampak program pendidikan di Banyumas mulai terlihat. Sepanjang 2025, ribuan siswa dari berbagai jenjang telah menerima bantuan pendidikan.
Mulai dari 979 siswa SD, 1.473 siswa SMP, 300 anak PAUD, hingga 164 peserta pendidikan masyarakat (Dikmas) mendapatkan beasiswa. Program ini menyasar terutama keluarga pra sejahtera.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendidikan juga terus digenjot. Puluhan gedung sekolah direhabilitasi, mulai dari 66 SD, 34 SMP, hingga fasilitas pendidikan lainnya. Bahkan, ruang kelas baru terus ditambah untuk mengejar kebutuhan.
Memasuki 2026, fokus pemerintah semakin melebar, terutama ke wilayah pinggiran. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) seperti SMP Negeri 10 Purwokerto dan SMP Negeri 3 Cilongok menjadi bagian dari strategi pemerataan.
Tak hanya itu, layanan pendidikan alternatif seperti PKBM juga diperluas. Bahkan, kerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas berhasil melahirkan 21 PKBM baru yang telah diluncurkan pada April 2026.
Di sektor mobilitas, siswa dan guru kini juga mulai difasilitasi dengan layanan bus sekolah gratis serta tarif khusus pelajar di Trans Banyumas.
Pemkab Banyumas menegaskan, seluruh langkah ini bermuara pada satu tujuan besar: memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan.
Program beasiswa pun kembali diperluas dengan target 1.250 siswa SMP dan 1.000 siswa SD. Sementara itu, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Risiko Putus Sekolah (ARPS) terus dikebut, dengan monitoring yang ditargetkan rampung pada Mei 2026.
“Setiap anak di Banyumas harus mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa terkecuali,” kata dia.