
SERAYUNEWS- PSIS Semarang akhirnya berhasil keluar dari posisi juru kunci klasemen sementara Grup 2 (Grup Timur) Pegadaian Championship 2025/26 atau Liga 2.
Kemenangan krusial atas Persipal FC Palu menjadi titik balik kebangkitan Laskar Mahesa Jenar setelah terpuruk sejak awal musim.
Tambahan tiga poin dari laga pekan ke-14 mengangkat PSIS ke peringkat ke-9 klasemen sementara dengan koleksi delapan poin dari 14 pertandingan.
Tim kebanggaan warga Semarang itu mencatatkan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan sepuluh kekalahan.
Hasil tersebut sekaligus membuat PSIS menggeser Persipal FC Palu yang kini harus turun ke posisi terbawah dengan raihan enam poin.
Perolehan angka PSIS juga menyamai Persiku Kudus yang berada di peringkat ke-8, meski Persiku baru akan melakoni laga pekan ke-14 menghadapi PS Barito Putera.
PSIS memastikan kebangkitan mereka usai menumbangkan Persipal FC dengan skor 2-0 di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (3/1/2026) malam.
Striker muda Krisna Jhon membuka keunggulan pada menit ke-28, sebelum Amir Hamzah memastikan kemenangan lewat gol di masa injury time babak kedua.
Kemenangan ini terasa semakin spesial karena diraih di hadapan suporter setia PSIS, Panser Biru dan Snex, yang kembali memadati Stadion Jatidiri dan memberi dukungan penuh sepanjang pertandingan.
Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang tampil disiplin dan penuh determinasi selama 90 menit pertandingan.
“Tiga poin dari laga melawan Persipal FC memang sangat kami butuhkan. Saya memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh pemain yang sudah berjuang maksimal,” ujar Jafri Sastra dalam keterangan di laman resmi I-League.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang memberikan dukungan dari rumah. Jafri berharap dukungan penonton di laga kandang berikutnya bisa semakin besar.
Gelandang PSIS, Safna Delpi, menilai kemenangan atas Persipal FC menjadi suntikan motivasi besar bagi tim untuk menatap laga-laga selanjutnya.
“Alhamdulillah kami mendapatkan tiga poin. Kemenangan ini kami persembahkan untuk warga Semarang, terutama suporter yang hadir langsung di stadion. Semoga ke depan kami semakin solid dan bisa meraih hasil terbaik,” kata Safna.
Sebelum pertandingan, PSIS Semarang memang berada di posisi paling bawah klasemen dengan koleksi lima poin, hanya terpaut satu angka dari Persipal FC.
Situasi tersebut membuat laga pekan ke-14 menjadi penentu nasib PSIS untuk keluar dari zona degradasi.
Jafri Sastra menegaskan bahwa timnya telah mempersiapkan diri secara maksimal meski tengah menjalani masa transisi.
“Persiapan sudah kami lakukan. Yang terpenting pemain tetap fokus dan meminimalkan kesalahan,” tegas pelatih asal Sumatera Barat tersebut.
Kembalinya penonton ke Stadion Jatidiri disebut Jafri Sastra sebagai faktor penting yang mampu meningkatkan motivasi pemain di lapangan. Ia berharap atmosfer kandang terus terjaga agar PSIS bisa melanjutkan tren positif.
“Kami harus bermain lebih cepat, lebih berani, dan lebih agresif. Dukungan suporter jelas memberi energi tambahan untuk pemain,” pungkasnya.
Dengan kemenangan ini, PSIS Semarang membuka peluang besar untuk terus menjauh dari zona degradasi dan memperbaiki posisi klasemen Pegadaian Championship 2025/26.