Rabu, 20 Oktober 2021

Baru Terima 30% Dari Kebutuhan Vaksin, Pemkab Cilacap Segera Datangi Dirjen Kemenkes

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat menyampaikan pendapat akhir Bupati dalam Rapat Paripurna DPRD Cilacap. (Ulul)

Pemerintah Kabupaten Cilacap segera menggelar audiensi dengan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan di Jakarta. Hal itu dilakukan menyusul distribusi vaksin baru diterima Pemkab Cilacap sekitar 30% dari 1,5 juta penduduk sasaran vaksin.


Cilacap, serayunews.com

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan, berkaitan dengan pelaksanaan program vaksinasi terhadap target 1,5 juta penduduk di Kabupaten Cilacap, pihaknya sedang berupaya keras untuk penambahan alokasi vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.

Bupati beserta Forkompimda direncanakan pada awal Oktober 2021, akan mengadakan audiensi dengan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan di Jakarta untuk pengajuan penambahan alokasi vaksin bagi masyarakat Kabupaten Cilacap.

“Vaksin kita targetnya 1,5 juta, kita baru dikirim 565 ribu vaksin, baru 35%. Insyaalloh hari Senin (04/10) besok, Bupati, Dandim, Kapolres dan Dinkes, akan menghadap pak Dirjen agar kuota vaksin di Cilacap bisa ditambah, sehingga tidak terendah se Jawa Tengah,” ujar Sekda Cilacap Farid Ma’ruf usai hadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Cilacap, Kamis (30/09).

Hal tersebut juga disampaikan Bupati dalam Rapat Paripurna Penetapan Rancangan Berita Acara Persetujuan Bersama Bupati Cilacap dan DPRD Kabupaten Cilacap, tentang Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2021 Menjadi Peraturan Daerah.

“Terkait dengan penanganan kesehatan akibat pandemi Covid-19 pada RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2021 telah dan akan terus direalisasikan agar mampu melindungi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya hal itu dapat dilihat dari anggaran yang dialokasikan untuk Pengelolaan PelayananKesehatan bagi Penduduk pada Kondisi Kejadian Luar Biasa melalui kegiatan penanganan dan pencegahan Covid-19, seperti pelacakan kontak kasus/tracer, edukasi kepada masyarakat melalui media promosi kesehatan, pemeriksaan kontak/konfirmasi Covid-19 melalui pengadaan Tes Antigen dan VTM.

“Dapat kami sampaikan juga bahwa terhadap pengalihan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 29 miliar, merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19 dan dampaknya,” ujarnya.

Sedangkan untuk pengalihan anggaran BTT tersebut diantaranya digunakan untuk dukungan vaksinasi, distribusi pengamanan, dan penyediaan tempat penyimpanan vaksin serta insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi.

Seperti diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Cilacap hingga Rabu (29/09) tercatat distribusi vaksin di Cilacap sebanyak 565 ribu, telah disuntikan pada dosis pertama sebanyak 395 ribu, dosis kedua 193 ribu dan dosis ketiga 3.679 dosis.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini