
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Pembangunan jembatan penghubung Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, dengan Dusun Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, kembali dilanjutkan.
Memasuki tahap keempat, pembangunan jembatan tersebut mendapat dukungan anggaran sekitar Rp7,18 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Banyumas dan APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kepala DPU Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, ST., M.Si., mengatakan anggaran tahap keempat terdiri atas Rp2,1 miliar dari APBD Kabupaten Banyumas dan Rp5,08 miliar dari APBN.
“Untuk tahap ini anggaran pembangunan Jembatan Cibun Tahap 4 bersumber dari dua anggaran. Anggaran APBD II Rp2,1 miliar dan APBN dari Kementerian PUPR senilai Rp5,08 miliar,” kata Kresnawan, Senin (24/8/2026).
Kresnawan menjelaskan, anggaran APBD sebesar Rp2,1 miliar digunakan untuk pembangunan bagian atas jembatan. Sementara itu, dukungan APBN berupa bantuan rangka baja jembatan B60 dari Kementerian PUPR senilai Rp5,08 miliar.
Menurutnya, setelah tahap keempat ini dikerjakan, akses dari Desa Baseh menuju Grumbul Cibun sudah mulai terhubung dan dapat digunakan masyarakat.
“Tahap ini jalan terhubung, dari Baseh ke Grumbul Cibun, bisa digunakan tapi masih butuh penyempurnaan untuk jalan yang ada di Grumbul Cibun,” ujarnya.
Meski jembatan sudah mulai membuka akses, Pemkab Banyumas masih memiliki pekerjaan lanjutan, terutama penyempurnaan akses jalan di wilayah Cibun.
Anggota DPR RI Komisi XIII, Yanuar Arif Wibowo, mengatakan rencana melanjutkan pembangunan Jembatan Cibun telah dibicarakan sejak lama, bahkan sebelum Sadewo Tri Lastiono menjabat sebagai Bupati Banyumas.
Menurut Yanuar, pembangunan jembatan tersebut perlu dilanjutkan karena keberadaannya memiliki peran penting bagi masyarakat di kedua wilayah.
“Berkat kerja sama yang baik antara DPR RI dapil Banyumas dan juga Mas Bupati (Sadewo, red), bahkan sebelum beliau dilantik sudah mulai mengusulkan ini,” kata Yanuar.
Ia menilai pembangunan infrastruktur yang sempat terhenti akan menjadi sia-sia apabila tidak dilanjutkan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah diperlukan agar pembangunan dapat kembali berjalan.
“Karena sayang kalau ini tidak dilanjutkan dan alhamdulillah berkat dorongan dari kami di DPR RI untuk bisa melanjutkan dan ada sebagian dari APBN dan juga APBD yang Mas Bupati sisipkan,” ujarnya.
Yanuar menilai keberadaan Jembatan Baseh-Cibun tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi. Infrastruktur tersebut juga diharapkan membuka konektivitas yang lebih luas bagi masyarakat.
“Membangun jembatan ini bukan hanya menghubungkan antar desa, tapi ini membangun konektivitas antar manusia, perasaan, sekolah, produk pertanian, dan seterusnya. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan pertumbuhan di wilayah sini dan Banyumas pada umumnya,” katanya.
Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat di sekitar jembatan diharapkan lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju fasilitas pendidikan serta mengangkut dan memasarkan produk pertanian.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang hadir di lokasi menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR RI, khususnya Yanuar Arif Wibowo, sehingga pembangunan Jembatan Cibun dapat kembali dilanjutkan.
Sadewo menegaskan, anggaran pembangunan tersebut pada dasarnya merupakan uang masyarakat yang dikembalikan dalam bentuk pembangunan.
“Ini bukan uang Pak Yanuar, ibu juga bukan uang saya, tapi ini dari pajak masyarakat. Jadi dari masyarakat untuk ke masyarakat. Hanya saja lewatnya saya, saya minta bantuan Pak Yanuar,” kata Sadewo.
Ia mengatakan Pemkab Banyumas terus berupaya membangun infrastruktur di berbagai wilayah, tidak hanya kawasan perkotaan.
Namun, pembangunan Jembatan Baseh-Cibun belum sepenuhnya selesai. Setelah tahap keempat, pekerjaan berikutnya yang menjadi perhatian Pemkab Banyumas adalah pelebaran jalan setelah jembatan di wilayah Cibun.
“Tapi memang pembangunan jembatan ini tidak bisa sekaligus, harus bertahap setiap tahunnya. Setelah ini PR-nya, pelebaran jalan setelah jembatan yang di wilayah Cibun,” ujarnya.
Pembangunan jembatan permanen tersebut disambut baik warga sekitar. Selama bertahun-tahun, akses masyarakat antara Baseh dan Cibun hanya mengandalkan jembatan gantung.
Keberadaan jembatan permanen diharapkan membuat mobilitas warga menjadi lebih mudah dan memangkas jarak tempuh ketika terjadi kerusakan pada akses lama.
“Ya sangat bersyukur. Karena bisa terhubung lebih baik dengan Desa Baseh. Ketika jembatan sini rusak, warga yang jalan jauh muter,” ujar salah seorang warga.
Dengan dilanjutkannya pembangunan tahap keempat, Jembatan Baseh-Cibun diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di kawasan tersebut.