
SERAYUNEWS- Diskursus ekonomi nasional bersiap memasuki babak baru. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjalin kolaborasi strategis bersama Mubarok Institute untuk menghadirkan perspektif ekonomi yang tidak hanya rasional, tetapi juga sarat nilai spiritual.
Langkah awal kerja sama ini ditandai dengan agenda bedah buku memoar tokoh legendaris ekonomi Indonesia, William Soeryadjaya, bertajuk “Semangat Hidup dan Pasrah Kepada Tuhan”.
Kegiatan ini diproyeksikan menjadi pemantik lahirnya model kepemimpinan ekonomi yang berintegritas, inklusif, dan berorientasi kemanusiaan.
Kolaborasi ini berawal dari pertemuan strategis di Jakarta antara Direktur Eksekutif Mubarok Institute, Hannan Tirtadinala, dan pihak PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
Dalam pertemuan tersebut, Edwin Soeryadjaya, putra mendiang William Soeryadjaya, menyerahkan langsung buku memoar sang ayah sebagai bentuk amanah literasi.
Buku tersebut kemudian dibawa ke Yogyakarta untuk dikaji dan disebarluaskan di lingkungan akademik. Momentum penting terjadi pada Februari 2026, saat buku itu diserahkan kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan.
Penyerahan ini menjadi simbol kuat sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi berbasis nilai keislaman. Prof. Noorhaidi menyambut positif inisiatif tersebut.
Ia menilai pemikiran William Soeryadjaya tentang keberlanjutan bisnis dan kepasrahan kepada Tuhan sejalan dengan visi kampus dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai spiritual.
Agenda bedah buku ini tidak sekadar membahas perjalanan hidup seorang tokoh. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog antara teori hukum ekonomi syariah dan praktik bisnis modern.
Fokus utama kegiatan meliputi:
– Penguatan nilai integritas dalam praktik ekonomi
– Integrasi spiritualitas dalam pengambilan keputusan bisnis
– Solusi atas tantangan ekonomi nasional yang semakin kompleks
Mubarok Institute juga menegaskan tiga pilar utama kerja sama ini:
1. Riset Multi-Disiplin – Mengintegrasikan hukum ekonomi syariah dengan praktik bisnis modern
2. Pemberdayaan Inklusif – Mendorong ekonomi yang berdampak luas bagi masyarakat
3. Sinergi Akademik dan Industri – Menjembatani teori kampus dengan realitas dunia usaha
Hannan Tirtadinala menegaskan, generasi muda perlu meneladani keseimbangan antara profesionalisme dan spiritualitas.
“Kita ingin melahirkan inovasi ekonomi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermartabat,” ujarnya dalam keterangannya Minggu (19/4/2026).
Nama William Soeryadjaya (1922–2010) telah lama menjadi simbol ketangguhan dalam dunia bisnis Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri PT Astra International, yang kini berkembang menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Asia Tenggara.
Namun, warisan terbesarnya bukan sekadar kesuksesan bisnis. Ia dikenal luas karena prinsip hidup yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab moral.
Salah satu momen paling bersejarah adalah ketika ia rela melepas kendali atas Astra demi menyelesaikan kewajiban moral terkait krisis Bank Summa. Keputusan ini menunjukkan komitmennya terhadap kepercayaan publik, bahkan di atas kepentingan pribadi.
Memoarnya, “Semangat Hidup dan Pasrah Kepada Tuhan”, merefleksikan filosofi hidupnya: bekerja secara profesional, namun tetap rendah hati dan berserah diri kepada Tuhan.
Melalui kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga dan Mubarok Institute, nilai-nilai luhur William Soeryadjaya diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi masa depan.
Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan ekonomi yang:
– Lebih adil
– Transparan
Berbasis nilai spiritual dan kemanusiaan
Dengan pendekatan tersebut, dunia akademik dan industri diharapkan dapat bersama-sama membangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan dan berintegritas.