
SERAYUNEWS — Seorang siswi Pondok Pesantren Cilongok berinisial AEL (17), warga Majenang, Kabupaten Cilacap, meninggal dunia setelah tenggelam di Curug Kanesia, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (12/5/2026).
Peristiwa tragis ini terjadi saat korban mengikuti kegiatan outbound penutupan Dauroh Quran bersama rombongan pondok pesantren.
Kapolresta Banyumas Petrus P. Silalahi melalui Kapolsek Baturraden Kuat Widodo menjelaskan, rombongan berjumlah 21 orang berangkat menuju lokasi sekitar pukul 08.30 WIB.
“Pada Selasa sekitar pukul 08.30 WIB, korban bersama 21 orang dari Ponpes Cilongok berangkat menuju Curug Kanesia Desa Karangmangu Kecamatan Baturraden untuk melaksanakan outbound kegiatan penutupan Dauroh Quran,” kata dia.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di lokasi dan mulai melakukan aktivitas di sekitar aliran air terjun.
Pada pukul 09.15 WIB, lima siswa termasuk korban berfoto di depan air terjun dengan kondisi air setinggi pinggang.
“Sekitar pukul 09.15 WIB, sebanyak lima orang termasuk korban melakukan foto bersama di depan air terjun Curug Kanesia dalam kondisi berdiri dengan ketinggian air sepinggang,” ujarnya.
Namun, arus air yang deras menyebabkan mereka kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke bagian tengah curug.
Mendengar teriakan minta tolong, dua saksi segera menghubungi pengelola wisata. Pihak pengelola kemudian melemparkan pelampung ke arah korban dan teman-temannya.
Empat siswa berhasil diselamatkan. Namun korban yang diketahui tidak bisa berenang terseret arus dan tenggelam.
Pengelola wisata segera melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas, Damkar, dan Polsek Baturraden.
Sekitar pukul 09.45 WIB, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian dengan teknik penyelaman di dasar curug.
“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.17 WIB dan selanjutnya dibawa ke RS Margono Soekarjo Purwokerto untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas Andaru Budilaksono menyampaikan bahwa operasi SAR melibatkan berbagai unsur gabungan.
Unsur yang terlibat antara lain:
Petugas menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung, helm, dan sarung tangan untuk mendukung proses pencarian.
“Operasi SAR berjalan dengan lancar dan petugas tidak ada yang cedera,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS Margono Soekarjo Purwokerto, korban dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan pengawasan ketat saat kegiatan di area wisata alam, khususnya di lokasi dengan arus air deras.