
SERAYUNEWS- Rekrutmen Mitra Statistik Pendataan Badan Pusat Statistik Tahun 2026 menjadi perhatian masyarakat di berbagai daerah.
Salah satu hal yang paling banyak dicari calon pelamar adalah besaran gaji atau honor petugas pendataan BPS 2026.
Program rekrutmen ini dibuka untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan berbagai kegiatan survei nasional lainnya.
Selain menawarkan pengalaman kerja lapangan, posisi Mitra Statistik juga disebut memiliki penghasilan yang cukup menarik.
Berdasarkan berbagai informasi yang beredar, honor Mitra Statistik BPS 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp10 juta per bulan, tergantung jenis tugas, wilayah kerja, hingga target pendataan yang dibebankan kepada petugas.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
BPS di berbagai daerah membuka pendaftaran Mitra Statistik Pendataan BPS 2026 selama periode seleksi yang telah ditentukan. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui platform resmi BPS dan berlangsung bersamaan dengan seleksi administrasi.
Peserta yang dinyatakan lolos administrasi nantinya akan mengikuti tes kompetensi online hingga tahapan wawancara sebelum ditetapkan sebagai Mitra Statistik.
Program ini dibuka untuk membantu kegiatan sensus dan survei nasional selama sekitar 2,5 bulan efektif dalam rentang Juni hingga Agustus 2026.
Lowongan Mitra Statistik BPS 2026 terbuka bagi masyarakat umum dengan syarat pendidikan minimal SMA sederajat. Namun, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi menjadi prioritas dalam proses seleksi.
Selain itu, pelamar juga diwajibkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mampu mengendarai kendaraan bermotor, serta bersedia mengikuti pelatihan sebelum diterjunkan ke lapangan.
Peserta yang lolos nantinya akan bertugas melakukan pendataan langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha secara door to door menggunakan sistem digital berbasis aplikasi.
Calon Mitra Statistik Pendataan BPS 2026 memiliki tugas penting dalam pengumpulan data statistik nasional. Petugas akan mendata kondisi sosial ekonomi masyarakat hingga aktivitas usaha di berbagai wilayah.
Dalam kegiatan lapangan, petugas ditargetkan mendata sejumlah rumah tangga atau pelaku usaha setiap hari sesuai kebijakan kantor BPS di masing-masing daerah.
Data hasil pendataan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan nasional, termasuk program pengentasan kemiskinan, bantuan sosial, hingga perencanaan ekonomi daerah.
Hingga saat ini, BPS belum merilis nominal resmi honor Mitra Statistik Pendataan BPS 2026 secara nasional. Namun, besaran honor diperkirakan berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi sejumlah faktor.
Perbedaan honor biasanya menyesuaikan:
– Tingkat kesulitan wilayah kerja
– Target pendataan
– Tanggung jawab jabatan
– Kebutuhan operasional lapangan
– Standar biaya hidup daerah
Sistem pembayaran juga kemungkinan menggunakan pola berbasis target dan capaian kerja selama kegiatan sensus berlangsung.
Untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, honor petugas lapangan diperkirakan berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan.
Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, sebelumnya menyebut besaran honor menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing.
Menurutnya, daerah dengan medan sulit atau kebutuhan operasional lebih tinggi biasanya memiliki honor lebih besar dibanding wilayah lain.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026 dengan kebutuhan sekitar 190 ribu petugas di seluruh Indonesia.
Jika mengacu pada kegiatan sensus sebelumnya, penghasilan petugas lapangan memang cukup kompetitif.
Pada pelaksanaan Sensus Pertanian 2023, honor petugas lapangan di sejumlah daerah dilaporkan mencapai sekitar Rp4 juta per bulan. Sementara pada Survei Ekonomi Pertanian 2024, honor mitra pendataan tercatat berada di atas Rp4 juta.
Sedangkan mitra pengolahan data memperoleh honor lebih dari Rp3 juta tergantung jenis pekerjaan dan wilayah penempatan.
BPS menegaskan bahwa rekrutmen Mitra Statistik Pendataan 2026 hanya bersifat kemitraan atau kontrak sementara. Peserta yang lolos bukan berstatus ASN maupun PPPK.
Seluruh tahapan seleksi juga tidak dipungut biaya alias gratis. Karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan BPS dan meminta sejumlah uang selama proses rekrutmen berlangsung.
Rekrutmen tambahan ini diperuntukkan bagi calon mitra yang belum masuk dalam Keputusan Kepala (Kepka) Mitra Statistik Tahun 2026.
Rekrutmen Mitra Statistik BPS 2026 kini menjadi salah satu lowongan kerja sementara yang paling banyak diminati masyarakat. Selain menawarkan pengalaman kerja lapangan, program ini juga memberi peluang memperoleh penghasilan jutaan rupiah dalam waktu relatif singkat.
Mahasiswa, fresh graduate, hingga masyarakat umum mulai memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman kerja sekaligus meningkatkan pendapatan.
Dengan kebutuhan petugas yang mencapai ratusan ribu orang di seluruh Indonesia, peluang lolos rekrutmen Mitra Statistik BPS 2026 dinilai masih cukup terbuka