Minggu, 26 September 2021

Cara Jitu Tingkatkan Kualitas Bisnis UMKM Di Era Pandemi Covid 19

Dengan Strategi Manajemen Kualitas

Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan usaha yang saat ini banyak diminati masyarakat di Indonesia. Tidak heran UMKM ini berkontribusi dan menjadi salah satu penggerak perekonomian Indonesia. Namun, sejak munculnya pandemi COVID-19, yang memiliki dampak terbesar di dunia ini, telah menyebabkan kelumpuhan hubungan pendidikan dan sektor ekonomi. Akibatnya perekonomian lumpuh, sekolah-sekolah diliburkan, dan banyak perusahaan mengurangi kegiatan produksi, tetapi tidak ada satupun yang dipecat.

UMKM melihat pandemi Covid-19 sebagai tantangan sekaligus peluang dalam mengembangkan usahanya. Banyak hal baru yang mereka pelajari selama pandemi ini, pengetahuan tentang perilaku konsumen dalam menangani pandemi, memperkuat manajemen dan juga perilaku UMKM dalam menyikapi pandemi saat ini.

Sehingga banyak bisnis antar UMKM dan persaingan di pasar bebas yang sangat ketat memaksa pelaku UMKM untuk memikirkan strategi terbaik agar bisa bersaing di pasaran dan mencegah kebangkrutan. Strategi ini harus dilakukan dengan tepat sasaran agar bisnis UMKM bisa terus berkembang.

Strategi yang dapat dilakukan salah satunya adalah improvement pada kualitas produk dan pelayanan juga berfokus pada pelanggan. Strategi ini bisa dilakukan dengan memakai pendekatan TQM. TQM (Total Quality Management) atau biasa disebut dengan Manajemen Kualitas Total adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada pelanggan yang melibatkan seluruh tingkat karyawan dalam melakukan perbaikan berkesinambungan. TQM ini dapat mengarahkan UMKM pada perbaikan secara terus menerus yang dapat merealisasikan kepuasan pelanggan secara total dan continue.

Berikut ini adalah cara untuk meningkatkan kualitas bisnis UMKM dengan menggunakan elemen-elemen pokok TQM :

  1. Fokus pada Pelanggan.

Dalam suatu bisnis, pelanggan adalah komponen penting yang berpengaruh pada sukses atau tidaknya bisnis kita. Kepuasan pelanggan mengindikasikan apakah suatu bisnis itu berhasil memenuhi kebutuhan atau memenuhi tingkat kualitas yang diinginkan para pelanggan. Maka dari itu, setiap saran atau masukan mengenai kualitas dari pelanggan harus diterima dengan baik karena hal tersebut akan menguntungkan bisnis kita untuk melakukan perbaikan.

  1. Perbaikan Berkesinambungan

Perbaikan secara terus menerus merupakan komponen utama dalam TQM. Dengan perbaikan secara terus menerus akan memungkinkan peningkatan kualitas pada produk atau pelayanan UMKM, juga menemukan cara-cara efektif yang lebih baik dalam melakukan perbaikan kualitas. Perbaikan berkesinambungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan model USE PSDA :

  • Understand quality improvement need (memahami kebutuhan perbaikan kualitas)
  • State the quality problem (menyatakan masalah kualitas yang ada)
  • Evaluate the root cause (mengevaluasi akar permasalahan kualitas)
  • Plan the solution (merencanakan solusi permasalahan kualitas)
  • Do or implement the solution (melakukan atau menerapkan rencana solusi permasalahan kualitas)
  • Study the solution result (mempelajari hasil-hasil solusi permasalahan kualitas)
  • Act to standardize the solution (bertindak untuk menstandarisasikan solusi permasalahan kualitas)
  1. Pemusatan Perhatian Pada Proses

Perhatian pada proses ini merupakan salah satu elemen yang penting dalam TQM. Proses ini merupakan serangkaian langkah-langkah yang daimulai dari penerimaan input sampai menjadi output yang akan dikirimkan kepada pelanggan. Pelaku UMKM harus memusatkan perhatian pada proses yang mereka lakukan agar terciptanya kualitas yang maksimal.

  1. Sistem yang Terintegrasi

Sistem terintegrasi yang baik diperlukan setiap pelaku bisnis. Hal ini ditujukan agar tujuan dan sasaran UMKM dapat dimengerti dengan baik.

  1. Mengambil Keputusan Berdasarkan Fakta

Pengukuran data diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kinerja suatu bisnis. Dalam TQM harus dilakukan pengumpulan data dan analisis data secara kontinyu agar keputusan dapat diambil dengan tepat sasaran dan akurat. Dengan adanya data ini, UMKM dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang sudah ada atau terjadi.

Adapun manfaat dari TQM pada UMKM, diantaranya adalah :

  • Meningkatkan kualitas pelanggam

Pelanggan yang merasa puas cenderung akan melakukan repurchase atau pembelian kembali produk. Semakin banyak pelanggan yang puas pada produk dan pelayanan UMKM maka dapat meningkatkan penjualan dan dapat bersaing dengan pelaku bisnis lainnya.

  • Mengurangi Produk Cacat

Karena melakukan perbaikan secara terus menerus, produk yang dihasilkan akan lebih terkontrol dan terjaga kualitasnya. Sehingga produk yang cacat berkurang dan meminimalisir produk yang tidak terjual.

  • Dapat menghadapi Kompetisi ata Persaingan

TQM dapat membantu UMKM dalam memahami persaingan dan juga mengetahui strategi yang efektif saat menghadapi kompetisi. TQM juga dapat membantu UMKM untuk memahami pelanggan atau pun pasar yang mana hal ini dapat memberikan kesempatan pada pelaku UMKM untuk merencanakan strategi terbaik dalam menghadapi persaingan.

Dengan memakai strategi TQM, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas bisnisnya dan dapat menggunakan seluruh sumber dayanya secara efektif dan efisien sehingga hasilnya memuaskan dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan agar bisnis bisa berkembang lebih baik terutama di era pandemi Covid 19 seperti saat ini. Demikian pembahasan mengenai cara meningkatkan kualitas bisnis UMKM dengan strategi manajemen kualitas total (TQM). Semoga artikel ini membantu pelaku UMKM dalam strategi meningkatkan kualitas bisnisnya.

Penulis

Nama : Suci Lisdiani
Jurusan : Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman

Editor :Tim Redaksi

Berita Terkait

Berita Terkini