
SERAYUNEWS – Menjaga kesehatan tidak selalu harus menunggu hingga sakit atau datang ke fasilitas medis. Salah satu upaya preventif yang kini bisa dilakukan dengan mudah adalah skrining kesehatan.
BPJS Kesehatan menyediakan layanan Skrining Riwayat Kesehatan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi risiko penyakit.
Layanan ini dirancang agar dapat diakses secara mandiri, tanpa biaya tambahan, dan tidak memerlukan pemeriksaan fisik langsung.
Peserta cukup menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan data diri, kebiasaan hidup, serta riwayat kesehatan pribadi maupun keluarga.
Pengertian Skrining Kesehatan BPJS Kesehatan
Skrining kesehatan BPJS Kesehatan merupakan proses penilaian awal berbasis kuesioner untuk mengidentifikasi risiko penyakit tertentu.
Penilaian ini dilakukan secara digital melalui sistem BPJS Kesehatan dan hasilnya langsung dapat diketahui setelah peserta menyelesaikan pengisian pertanyaan.
Program ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Dengan mengetahui potensi risiko lebih awal, peserta diharapkan dapat melakukan perubahan gaya hidup atau pemeriksaan lanjutan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Siapa Saja yang Dianjurkan Mengikuti Skrining?
Skrining riwayat kesehatan terbuka bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan yang status kepesertaannya aktif, baik peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun non-PBI.
Tidak ada batasan usia khusus karena sistem akan menyesuaikan jenis pertanyaan dengan kategori peserta.
BPJS Kesehatan merekomendasikan skrining dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun. Meski tidak bersifat wajib, pemeriksaan ini sangat dianjurkan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit secara berkelanjutan.
Cara Skrining Kesehatan BPJS Melalui Website Resmi
Peserta yang menggunakan laptop atau komputer dapat memanfaatkan layanan skrining melalui situs resmi BPJS Kesehatan. Prosesnya cukup sederhana dan tidak memerlukan registrasi tambahan.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengakses laman skrining BPJS Kesehatan. Setelah itu, peserta diminta memasukkan nomor kartu BPJS atau NIK beserta tanggal lahir.
Sistem akan menampilkan data peserta dan meminta persetujuan sebelum melanjutkan skrining.
Selanjutnya, peserta mengisi data diri seperti tinggi badan, berat badan, nomor telepon aktif, serta kontak keluarga.
Setelah data lengkap, peserta akan menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi kesehatan dan gaya hidup.
Begitu seluruh pertanyaan selesai diisi, hasil skrining akan langsung muncul di layar dan dapat disimpan atau dicetak.
Skrining Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN
Selain website, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan skrining melalui aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh di ponsel pintar.
Metode ini dinilai lebih praktis karena hasil skrining dapat diakses kembali kapan saja.
Setelah login menggunakan NIK atau nomor kartu JKN, peserta dapat memilih menu “Lainnya” lalu masuk ke fitur “Skrining Riwayat Kesehatan”.
Peserta bisa memilih untuk melakukan skrining bagi diri sendiri atau anggota keluarga yang terdaftar.
Tahapan pengisian pada aplikasi serupa dengan versi website, mulai dari melengkapi data diri hingga menjawab pertanyaan kesehatan. Setelah proses selesai, hasil skrining akan tersimpan otomatis di aplikasi.
Opsi Skrining Melalui Layanan WhatsApp PANDAWA
Bagi peserta yang lebih nyaman menggunakan WhatsApp, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan PANDAWA. Peserta cukup menyimpan nomor resmi layanan PANDAWA, kemudian mengirim pesan dan memilih menu skrining kesehatan.
Melalui layanan ini, peserta akan diarahkan ke laman skrining BPJS Kesehatan dan mengikuti proses pengisian seperti pada metode website. Kehadiran PANDAWA memudahkan peserta yang tidak ingin menginstal aplikasi tambahan.
Tindak Lanjut Jika Hasil Skrining Berisiko
Apabila hasil skrining menunjukkan risiko sedang atau tinggi terhadap penyakit tertentu, peserta dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Saat ini, puluhan ribu FKTP telah bermitra dengan BPJS Kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik pratama, hingga dokter praktik mandiri. Lokasi fasilitas kesehatan terdekat dapat dicari melalui aplikasi Mobile JKN atau laman resmi Aplicares BPJS Kesehatan.
Demikian informasi tentang cara skrining BPJS Kesehatan secara mandiri.***









