
SERAYUNEWS – Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam (Asyhurul Hurum).
Pada bulan ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, mulai dari sedekah, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga menjalankan ibadah puasa sunnah di awal bulan.
Puasa sunnah Zulhijah dapat dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 9 Zulhijah. Ibadah ini tidak hanya terbatas pada puasa Arafah di tanggal 9 Zulhijah saja, melainkan mencakup sembilan hari pertama yang memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam.
Bagi Anda yang ingin mendulang pahala di bulan mulia ini, berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan niat, dalil, serta keutamaan puasa 1–9 Zulhijah.
Keutamaan beramal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah didasarkan pada hadis riwayat Ibnu Abbas RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Zulhijah).” (HR. Bukhari).
Selain itu, anjuran puasa secara spesifik pada tanggal 1 sampai 9 Zulhijah bersumber dari hadis yang mengisahkan kebiasaan Rasulullah SAW. Dari sebagian istri Nabi SAW, mereka berkata:
“Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari awal Zulhijah, hari Asyura (10 Muharram), tiga hari setiap bulan, dan Senin pertama dalam sebulan serta Kamis.” (HR. Abu Dawud & An-Nasa’i; shahih).
Sama seperti puasa sunnah pada umumnya, ibadah ini dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selama berpuasa, umat Islam juga diminta untuk menjaga lisan, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak amalan penunjang lainnya.
Berbeda dengan puasa wajib Ramadan yang niatnya harus dimalamkan sebelum fajar, niat puasa sunnah Zulhijah ini boleh dibaca pada pagi atau siang hari sebelum waktu zuhur, dengan syarat Anda belum mengonsumsi apa pun atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Berikut adalah bacaan niat yang dibagi berdasarkan waktunya:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Zulhijah karena Allah Ta’ala.”
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Setiap hari di awal bulan Zulhijah menyimpan keberkahan tersendiri. Keutamaan yang paling masyhur dan berdalil kuat (shahih) berada pada hari ke-9, yaitu Puasa Arafah.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun:
“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR. Muslim).
Catatan Redaksi: Puasa Arafah ini sangat disunnahkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci.
Selain keutamaan puasa Arafah yang bersumber dari hadis shahih di atas, dalam khazanah literatur Islam (seperti kitab Durratun Nasihin), para ulama sering mengaitkan sejarah para nabi dengan kemuliaan hari-hari awal Zulhijah sebagai motivasi peningkatan ibadah:
Hari ke-1: Momentum bertobat, merujuk pada sejarah diterimanya tobat Nabi Adam AS oleh Allah SWT di bumi.
Hari ke-2: Dikaitkan dengan keselamatan Nabi Yunus AS yang berhasil keluar dari perut ikan paus berkat pertolongan Allah.
Hari ke-3: Momen penuh berkah, bertepatan dengan dikabulkannya doa Nabi Zakaria AS untuk mendapatkan keturunan.
Hari ke-4: Dikaitkan dengan kelahiran Nabi Isa AS ke dunia sebagai rahmat bagi umatnya.
Hari ke-5: Dikaitkan dengan sejarah kelahiran Nabi Musa AS yang menyelamatkan Bani Israil dari kekejaman Fir’aun.
Hari ke-6: Hari di mana Allah SWT membukakan berbagai pintu kebajikan bagi hamba-hamba-Nya yang saleh.
Hari ke-7: Momentum peningkatan takwa, di mana terdapat riwayat yang menyebutkan ditutupnya pintu neraka Jahanam pada hari ini bagi orang yang beribadah.
Hari ke-8 (Tarwiyah): Hari persiapan sebelum wukuf, memiliki keutamaan pahala yang melimpah bagi yang menghidupkannya dengan puasa.
Ibadah puasa sunnah bukan sekadar menahan lapar dan haus dari subuh hingga magrib.
Nilai esensial dari puasa awal Zulhijah adalah membentuk pribadi muslim yang lebih sabar, disiplin, peduli sesama, dan bertakwa menjelang Hari Raya Idul Adha.
Oleh karena itu, lengkapi puasa Anda dengan memperbanyak zikir (Tahmid, Takbir, Tahlil), memperbanyak sedekah, serta membaca Al-Qur’an. Yuk, manfaatkan momentum emas ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT!